Influencer Potensial Bantu Memutus Penyebaran Covid-19
Rabu, 04 Agustus 2021 - 20:05 WIB
Sebagai pembuka, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila (UP) yang juga dewan pakar ISED, Silverius Y Soeharso mengatakan, Indonesia beberapa tahun yang lalu dalam buku Headspindiprediksi sejumlah ahli bahwa Indonesia akan dilanda banjir bandang ujaran kebijakan. Indonesia yang multikultural di era media sosial memiliki potensi kerawanan nasional sehingga harus terus diwaspadai terutama di era pandemi.
"Para psikolog dan sosiolog perlu menyusun grow mindset (paradigm shifting program) guna mereduksi nalar fixed mindset (denial dan menolak kenyataan), peran influencer, kaum muda, pegiat media digital, artis dll juga dirasa dapat membantu dalam penanganan Covid-19 guna mengurangi angka penularan Covid-19," katanya.
Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasojo menyampaikan pandemi disinyalir telah menyebabkan dislokasi sosial. Dislokasi dalam arti sosial yaitu kondisi seseorang yang mengalami interkasi atipikal (tidak sinkron) yang tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu lama, sehingga dapat menimbulkan emosi negatif (depresi). Ketika dislokasi sosial terjadi secara luas dapat mengganggu kesehatan mental.
Baca juga: Kehidupan Sosial Masyarakat Harus Dipulihkan Pasca Pandemi COVID-19
Lebih lanjut dikatakan, masih banyak masyarakat yang tidak disiplin semasa pandemi. Padahal, kata dia, protokol kesehatan sangat penting, sehingga vaksin menjadi harapan paling tidak dapat menjadikan double cover.
"Para psikolog dan sosiolog perlu menyusun grow mindset (paradigm shifting program) guna mereduksi nalar fixed mindset (denial dan menolak kenyataan), peran influencer, kaum muda, pegiat media digital, artis dll juga dirasa dapat membantu dalam penanganan Covid-19 guna mengurangi angka penularan Covid-19," katanya.
Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasojo menyampaikan pandemi disinyalir telah menyebabkan dislokasi sosial. Dislokasi dalam arti sosial yaitu kondisi seseorang yang mengalami interkasi atipikal (tidak sinkron) yang tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu lama, sehingga dapat menimbulkan emosi negatif (depresi). Ketika dislokasi sosial terjadi secara luas dapat mengganggu kesehatan mental.
Baca juga: Kehidupan Sosial Masyarakat Harus Dipulihkan Pasca Pandemi COVID-19
Lebih lanjut dikatakan, masih banyak masyarakat yang tidak disiplin semasa pandemi. Padahal, kata dia, protokol kesehatan sangat penting, sehingga vaksin menjadi harapan paling tidak dapat menjadikan double cover.
Lihat Juga :