Kasus Kebocoran Data Terjadi Lagi, RUU PDP Mendesak Diselesaikan

Rabu, 28 Juli 2021 - 21:13 WIB
Dugaan kebocoran data nasabah bank BUMN sedang jadi perbincangan, mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPR-RI, Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani. Foto/dpr.go.id
JAKARTA - Dugaan kebocoran data nasabah bank BUMN yang sedang jadi perbincangan masyarakat, mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPR-RI, Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani. Menurut Christina, kejadian seperti itu bukan satu atau dua kali terjadi, tetapi semakin sering ditemukan frekuensinya.

Baca juga: Puan Maharani Minta Pemerintah Cegah Kebocoran Data Pribadi saat Vaksinasi



"Selain tidak menguntungkan posisi kita sebagai negara berdaulat termasuk dari perspektif kedaulatan data, kejadian ini semakin memperlihatkan posisi lemah Indonesia dalam konteks perlindungan data warganya," ujar Christina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Polri Geledah Kantor BPJS Kesehatan, Periksa Server terkait Kebocoran Data WNI

Menurut dia, keamanan data tentunya juga terkait dengan komitmen kuat Negara menyangkut Cyber Security. Tampaknya, kata dia, aspek tersebut belum mendapat cukup perhatian maupun komitmen serius, sehingga kejadian peretasan data kembali terjadi lagi dan lagi.

Baca juga: PPDB Segera Digelar, Persoalan Server hingga Kebocoran Data Perlu Diantisipasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!