Polemik Pergantian Panglima TNI, Pengamat: Kedepankan Profesionalisme
Senin, 26 Juli 2021 - 07:52 WIB
Ada 2 alasan kenapa hal ini adalah pendapat berbahaya. Pertama, pertimbangan menjelang situasi politik pada 2024, yang tepat adalah hanya matra darat untuk menjadi panglima TNI. Itu artinya, ketika panglima TNI dipimpin oleh matra lain, maka seakan-akan matra lain tidak bisa memiliki kapasitas untuk menjaga soliditas di tubuh TNI sendiri. "Pendapat ini selain berbahaya, cenderung melecehkan institusi TNI," tambah Robi.
Pendapat seperti ini, kata Robi, jika dibongkar telah beropini seolah-olah bahwa hanya matra tertentu yang memiliki kapabilitas dalam menjaga soliditas di tubuh TNI. Dengan dasar ini, mereka lagi-lagi menyampaikan bahwa Presiden hendaknya memikirkan hal ini dengan memilih Panglima TNI dari matra tertentu yang secara tak langsung mempertanyakan profesionalitas TNI dan pola pengembangan kepemimpinan serta regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI.
Sebagaimana diketahui, dalam pola kepemimpinan TNI dikenal adanya istilah "rantai komando" di mana seluruh prajurit TNI dari semua matra memahami rantai ini secara baik. Rantai komando adalah seluruh prajurit TNI taat kepada pimpinannya. Dalam hal ini, siapa pun yang menjadi pimpinan, dari matra apapun seluruh prajurit akan patuh dan dan melaksanakan rantai komando tersebut. Tidak ada tawa-menawar. Hal ini juga termaktub di Sapta Marga kelima TNI.
Baca juga: Panglima TNI Naikkan Pangkat 44 Perwira Tinggi AD, AL dan AU
Pendapat seperti ini, kata Robi, jika dibongkar telah beropini seolah-olah bahwa hanya matra tertentu yang memiliki kapabilitas dalam menjaga soliditas di tubuh TNI. Dengan dasar ini, mereka lagi-lagi menyampaikan bahwa Presiden hendaknya memikirkan hal ini dengan memilih Panglima TNI dari matra tertentu yang secara tak langsung mempertanyakan profesionalitas TNI dan pola pengembangan kepemimpinan serta regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI.
Sebagaimana diketahui, dalam pola kepemimpinan TNI dikenal adanya istilah "rantai komando" di mana seluruh prajurit TNI dari semua matra memahami rantai ini secara baik. Rantai komando adalah seluruh prajurit TNI taat kepada pimpinannya. Dalam hal ini, siapa pun yang menjadi pimpinan, dari matra apapun seluruh prajurit akan patuh dan dan melaksanakan rantai komando tersebut. Tidak ada tawa-menawar. Hal ini juga termaktub di Sapta Marga kelima TNI.
Baca juga: Panglima TNI Naikkan Pangkat 44 Perwira Tinggi AD, AL dan AU
Lihat Juga :