Ancaman Kedaulatan Informasi, BUMN Telekomunikasi Didorong Percepat Transformasi
Kamis, 22 Juli 2021 - 14:48 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty, menyebut Indonesia saat ini menghadapi ancaman serius dalam kedaulatan data dan informasi. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty, menyebut Indonesia saat ini menghadapi ancaman serius dalam kedaulatan data dan informasi, terutama saat kondisi pandemi Covid-19 yang semakin mendorong ketergantungan pada teknologi digital.
Karena itu, politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan BUMN telekomunikasi di Indonesia mempercepat transformasi bisnis agar menjadi garda terdepan untuk mendukung kedaulatan informasi tersebut, dengan menyesuaikan diri dengan perkembangan industri serta kebutuhan masyarakat.
“Pada masa pandemi Covid-19 ini kita semakin tergantung pada digital platform dan digital service dari luar negeri termasuk di dalamnya data center. Ini sangat mencemaskan karena kita belum berdaulat dari sisi informasi. Kita bahkan ‘begitu telanjang’, tidak ada lagi rahasia, ini sangat berbahaya,” kata Evita di Jakarta, Kamis (22/7/2021). Baca juga: Kominfo Tegaskan Kembali Pentingnya Kedaulatan Data di Indonesia
Evita memberikan contoh mengenai rapat-rapat yang diadakan kementerian, lembaga, hingga DPR, termasuk juga swasta secara virtual yang sifatnya tertutup sebenarnya tidak aman, karena platform yang dipakai untuk meeting memang tidak aman sama sekali.
Karena itu, politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan BUMN telekomunikasi di Indonesia mempercepat transformasi bisnis agar menjadi garda terdepan untuk mendukung kedaulatan informasi tersebut, dengan menyesuaikan diri dengan perkembangan industri serta kebutuhan masyarakat.
“Pada masa pandemi Covid-19 ini kita semakin tergantung pada digital platform dan digital service dari luar negeri termasuk di dalamnya data center. Ini sangat mencemaskan karena kita belum berdaulat dari sisi informasi. Kita bahkan ‘begitu telanjang’, tidak ada lagi rahasia, ini sangat berbahaya,” kata Evita di Jakarta, Kamis (22/7/2021). Baca juga: Kominfo Tegaskan Kembali Pentingnya Kedaulatan Data di Indonesia
Evita memberikan contoh mengenai rapat-rapat yang diadakan kementerian, lembaga, hingga DPR, termasuk juga swasta secara virtual yang sifatnya tertutup sebenarnya tidak aman, karena platform yang dipakai untuk meeting memang tidak aman sama sekali.
Lihat Juga :