Ivermectin Dapat Izin BPOM, Lukman Edy Nilai Kabar Baik buat Bangsa Indonesia

Kamis, 15 Juli 2021 - 10:45 WIB
Sebagai Penyintas COVID-19, Lukman menuturkan obat terapi COVID-19 sekarang ini mahal sekali dan paska pengobatan punya dampak yang luas. Kata dia, kuitansi rumah sakit yang merawat COVID-19 rata-rata penyintas menghabiskan Rp250 juta sampai Rp1 miliar lebih. "Sedangkan dampaknya, juga rata-rata penyintas merasakan berat setelah keluar dari rumah sakit. Saya merasakan kelumpuhan sementara, cepat cape, nafas sengal tidak seperti semula," terangnya.

Dia menilai Ivermectin ini seperti setetes air di tengah gurun. Ketika obat terapi COVID-19 yang lain mahal sekali, lanjut Lukman, muncul Ivermectin membahwa harapan dengan harga murah.

"Mudah mudahan Ivermectin menjadi alternatif yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Sebuah hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menyampaikan, 'Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit itu'," jelasnya.

Ditambahkan LUkmna, mimpi kita adalah bagaimana suatu saat yang tidak terlalu lama pandemi COVID-19 menjadi endemi. Sama seperti pandemi Flu Spanyol tahun 1918 yang menelan jutaan korban tapi kemudian menjadi endemi. Baca juga: Jadi Rebutan di Indonesia, Ahli Pastikan Penggunaan Ivermectin Belum Teruji

"Flu yang kemudian bisa diobati oleh obat yang tersedia luas di masyarakat, murah dan mudah di jangkau. Saat itu kehidupan normal akan kembali kita dapatkan," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!