WHO Sebut Indonesia Masuk 24 Negara dengan Kenaikan Kasus COVID-19 Sangat Tajam
Rabu, 14 Juli 2021 - 08:08 WIB
Perlu ditekankan, lanjutnya, berdasarkan jumlah dan jangka waktu bertahannya kekebalan pada setiap manusia dapat berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing yang mekanisme tepatnya masih diteliti hingga saat ini.
Sejauh ini, adanya berbagai macam varian di lingkungan seperti alpha, beta, gamma, dan delta yang dikenal sebagai Variant of Concern adalah varian yang dapat menyebar dengan lebih cepat, meningkatkan peluang keparahan gejala, dan/atau berpeluang pula menurunkan efektivitas vaksin yang telah diberikan. Baca juga: Kasus COVID-19 Meroket, UGM Sipkan Wisma Kagama dan UC Hotel Jadi Selter Darurat
Meskipun demikian, Wiku menjelaskan menurut temuan dari beberapa studi ilmiah dari berbagai jenis vaksin yang disarikan oleh WHO, keberadaan vaksin COVID-19 masih penting terutama dalam meminimalisasi gejala yang ditimbulkan.
Sejauh ini, adanya berbagai macam varian di lingkungan seperti alpha, beta, gamma, dan delta yang dikenal sebagai Variant of Concern adalah varian yang dapat menyebar dengan lebih cepat, meningkatkan peluang keparahan gejala, dan/atau berpeluang pula menurunkan efektivitas vaksin yang telah diberikan. Baca juga: Kasus COVID-19 Meroket, UGM Sipkan Wisma Kagama dan UC Hotel Jadi Selter Darurat
Meskipun demikian, Wiku menjelaskan menurut temuan dari beberapa studi ilmiah dari berbagai jenis vaksin yang disarikan oleh WHO, keberadaan vaksin COVID-19 masih penting terutama dalam meminimalisasi gejala yang ditimbulkan.
(kri)
Lihat Juga :