Epidemiolog Australia: Varian Delta Lebih Berisiko Menular pada Anak
Jum'at, 25 Juni 2021 - 17:11 WIB
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebutkan varian baru COVID-19 yang disebut Delta atau (B1617.2) lebih berisiko menular pada anak-anak (termasuk bayi dan balita). Foto/MPI
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebutkan varian baru virus Corona (COVID-19) yang disebut 'Delta' atau (B1617.2) lebih berisiko menular pada anak-anak (termasuk bayi dan balita).
"Varian Delta dapat menyebabkan kematian pada semua kelompok umur atau usia termasuk anak atau bayi," ujar Dicky Budiman ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, , Jumat (25/6/2021). Baca juga: Update COVID-19: Positif 2.072.867 Orang, 1.835.061 Sembuh dan 56.371 Meninggal
Dalam hal ini Dicky Budiman menerangkan masyarakat perlu menyadari bahwa situasi anak Indonesia secara umum lebih rawan dibandingkan negara maju. Pasalnya, di Indonesia ada masalah gizi, status imunisasi, status kesehatan lingkungan, dan perilaku orang dewasa di sekitarnya yang cenderung abai.
Dia menyebutkan varian virus Delta lebih mudah menular sehingga dampaknya pada anak untuk terpapar akan jauh lebih besar. Sehingga kata dia, anak-anak lebih rawan terinfeksi.
"Varian Delta dapat menyebabkan kematian pada semua kelompok umur atau usia termasuk anak atau bayi," ujar Dicky Budiman ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, , Jumat (25/6/2021). Baca juga: Update COVID-19: Positif 2.072.867 Orang, 1.835.061 Sembuh dan 56.371 Meninggal
Dalam hal ini Dicky Budiman menerangkan masyarakat perlu menyadari bahwa situasi anak Indonesia secara umum lebih rawan dibandingkan negara maju. Pasalnya, di Indonesia ada masalah gizi, status imunisasi, status kesehatan lingkungan, dan perilaku orang dewasa di sekitarnya yang cenderung abai.
Dia menyebutkan varian virus Delta lebih mudah menular sehingga dampaknya pada anak untuk terpapar akan jauh lebih besar. Sehingga kata dia, anak-anak lebih rawan terinfeksi.
Lihat Juga :