Wacana Presiden Tiga Periode Akan Membentuk Polarisasi Baru

Rabu, 23 Juni 2021 - 10:34 WIB
Wacana presiden tiga periode akan membentuk polarisasi baru. Ilustrasi/Dok SINDOnews
JAKARTA - Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta Andi Harianto Sinulingga menilai wacana masa jabatan presiden tiga periode akan membentuk polarisasi baru. Andi mengkritik pola pikir Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang mengatakan bahwa aspirasi mengusung Jokowi menjabat tiga periode tidak melanggar konstitusi.

"Kalau mengikuti cara berpikir Qodari bahwa aspirasinya agar Jokowi menjabat tiga periode tidak melanggar konstitusi karena masuk lewat Pasal 37 UUD tentang perubahan UUD, maka orang yang punya aspirasi khilafah juga harus dikasih tempat yang sama untuk bisa kampanye mempengaruhi publik secara terbuka dan tidak boleh dihalang-halangi dengan alasan bertentangan dengan konstitusi negara. Itu kalau kita mau konsisen berpikir," ujar Andi dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Rabu (23/6/2021).



Maka itu, Andi menilai argumentasi mengenai Jokowi tiga periode dengan alasan mereduksi polarisasi itu sangat spekulatif. "Dan justru akan membentuk polarisasi baru, yaitu akan banyak orang mengelompokkan diri pada barisan yang tidak setuju masa jabatan presiden lebih dari dua periode," tutur Andi.

Baca juga: Soal Presiden Tiga Periode, Pengamat Ini Singgung Safety Player
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!