Prabowo Ingin Dokumen Sishankamrata Abad ke-21 Bisa Jadi UU

Jum'at, 18 Juni 2021 - 13:28 WIB
Menhan Prabowo Subianto berharap doklumen strategis yang dihasilkan dari sishankamrata bisa dinaikkan menjadi UU. Foto/tangkapan layar
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, Konferensi Nasional (Konfernas) Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) Abad ke-21 telah menghasilkan dokumen strategis. Dokumen tersebut akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Konferensi ini pada awalnya ditujukan (untuk) menghasilkan suatu dokumen strategis Sishankamrata untuk bangsa Indonesia di abad ke-21. Alhamdulillah setelah saya pelajari dan koreksi hasil konferensi ini, saya dapat melaporkan bahwa produk yang dihasilkan oleh konferensi ini adalah cukup membanggakan," ucap Prabowo dilihat dalam YouTube Wakil Presiden, Jumat (18/6/2021).



Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan, dokumen strategis Sishankamrata yang telah dihasilkan oleh konfernas ini sangat aktual dengan kondisi abad ke-21. Materi dalam dokumen tersebut dapat menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi para pelaksana dan penanggungjawab pertahanan negara.

"Karena itu, kami menyarankan kepada pimpinan nasional melalui Menko Polhukam, sudah kami sarankan, atas saran dari pelaku-pelaku konferensi nasional bahwa setelah produk strategis ini dipelajari oleh Menko Polhukam dan kalangan Wakil Presiden dan juga kalangan staf kepresidenan, mungkin juga menteri-menteri terkait disarankan bahwa produk ini dapat berbentuk atau dapat diolah menjadi undang-undang bagi negara kita," harap Prabowo.



"Sehingga produk ini dapat digunakan sebagai pegangan oleh semua institusi dan semua lembaga-lembaga kenegaraan," tambahnya.

Prabowo berujar Konfernas Sishankamrata Abad ke-21 berlangsung selama lima hari, mulai dari 14 hingga 18 Juni 2021. Namun sebelum acara ini dimulai sudah ada kelompok kerja yang sudah membahas rancangan dokumen strategis tersebut.

Konfernas Sishankamrata Abad ke-21 menghadirkan pembicara lintas institusi mulai dari perwakilan Kemhan, Mabes TNI, Mabes TNI AD, AL, AU, Mabes Polri, kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga kalangan industri pertahanan.

Prabowo menyoroti payung hukum Sishankamrta di Indonesia masih sangat terbatas dan bahkan 'jadul.' Karenanya, dokumen strategis yang dihasilkan dari Konfernas Sishankamrata Abad ke-21 ini sangat relevan untuk diaktualisasikan pada kondisi saat ini dan yang akan datang.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More