Terungkap! Vaksin Corona yang Selama Ini Digenjot Pemerintah Apakah Melindungi?
Kamis, 17 Juni 2021 - 06:03 WIB
Berikut penjelasan Profesor Zubairi Djoerban yang merupakan anggota Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan penjelasan melalui akun media sosial (Medsos) Twitter pada Rabu (16/6/2021) perihal vaksinasi yang ada saat ini apakah dapat melindungi dari varian baru Delta.
Baca juga: OJK Mempercepat Vaksinasi untuk Indutri Jasa Keuangan
Teka-teki Varian Delta dari India atau B1617.2 terus menjadi bahasan. Mulai dari gejalanya yang mirip flu biasa, lebih menular, hingga menginfeksi lebih banyak anak-anak. Pertanyaan besarnya: apakah vaksin yang ada melindungi kita dari Varian Delta?
"Dalam catatan saya, varian ini paling banyak ditemukan di Jakarta dan Jawa Tengah. Ada 104 kasus. Untuk penelusuran, memang dibutuhkan WGS (whole genome sequence) atau sampel yang jumlahnya jauh lebih besar," kata Zubairi Djoerban.
Zubairi menjelaskan, ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini beda dengan varian jadul, seperti demam, batuk, dan kehilangan penciuman. Varian Delta atau yang baru, gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek. Seperti kena flu berat.
Baca juga: OJK Mempercepat Vaksinasi untuk Indutri Jasa Keuangan
Teka-teki Varian Delta dari India atau B1617.2 terus menjadi bahasan. Mulai dari gejalanya yang mirip flu biasa, lebih menular, hingga menginfeksi lebih banyak anak-anak. Pertanyaan besarnya: apakah vaksin yang ada melindungi kita dari Varian Delta?
"Dalam catatan saya, varian ini paling banyak ditemukan di Jakarta dan Jawa Tengah. Ada 104 kasus. Untuk penelusuran, memang dibutuhkan WGS (whole genome sequence) atau sampel yang jumlahnya jauh lebih besar," kata Zubairi Djoerban.
Zubairi menjelaskan, ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini beda dengan varian jadul, seperti demam, batuk, dan kehilangan penciuman. Varian Delta atau yang baru, gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek. Seperti kena flu berat.
Lihat Juga :