Bertemu, PAN-Muhammadiyah Sepakat Cegah Polarisasi Bangsa

Selasa, 15 Juni 2021 - 00:32 WIB
Apalagi, kata dia, dalam perjalanan sejarahnya itu bangsa Indonesia telah ditempa oleh proses integrasi sosial, integrasi budaya, dan nasional yang cukup baik. Keragaman itu sudah menjadi kultur yang akhirnya membentuk apa yang menjadi idiom dan titik temu bangsa Indonesia, yakni Bhineka Tunggal Ika. Baca juga: Berbagi Tugas, PAN dan Muhammadiyah Tolak Pajak Pendidikan

"Namun, seiring perkembangan kehidupan politik, nasional, maupun berbagai isu yang bersifat global di sana-sini ada perbedaan-perbedaan dalam menyikapi keadaan di tubuh bangsa ini, baik soal Palestina yang sebenarnya dulu tak pernah ada polarisasi, kemudian persoalan-persoalan dalam negeri," jelasnya.

Maka itu, tambahnya, Muhammadiyah dan PAN memiliki satu visi dan satu pandangan tentang bagaimana untuk terus berusaha memediasi agar polarisasi dalam kehidupan kebangsaan itu semakin minimal. Sebabnya, siapapun boleh bertumbuk dalam dinamika politik, budaya, dan kehidupan ekonomi tetapi harus tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika tersebut.

"Dan, menjaga persatuan dan semangat gotong royong serta kebersamaan di tubuh bangsa ini. Terlalu mahal harganya kalau bangsa ini pecah, kalau bangsa ini dari polarisasi menuju pada konflik dan perbedaan yang membawa pada disintegrasi nasional," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!