PDIP Punya 128 Kursi di DPR, Megawati Dinilai Layak Nyapres di 2024
Senin, 14 Juni 2021 - 14:06 WIB
Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa.
Adapun tokoh nasional di luar partai yang berpeluang adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. “Figur-figur itu dianggap punya modal politik dan modal sosial yang cukup untuk mendampingi Ibu Megawati,” kata Mochtar.Baca juga: Soal Wacana Duet Megawati-Prabowo di Pilpres 2024, Begini Plus Minusnya
Menurut dia, Megawati berhasil menghadapi krisis multidimensi saat menjadi Presiden 2001-2004 dan telah diakui secara akademik dengan penganugerahan Profesor Kehormatan sehingga sangat tepat untuk memimpin Indonesia yang juga dihadapkan pada situasi ancaman krisis multidimensi.
Dari sisi politik, kata dia, Megawati juga memiliki modal kuat, yakni tiga pilar partai. Pilar pertama, struktural partai mulai dari pusat hingga anak ranting (RW) yang solid.
Pilar kedua, kader di lageslagtif di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang saat ini terbanyak di antara semua partai. Pilar ketiga, kader di eksekutif mulai dari Presiden, Menteri, hingga kepala dan wakil kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang juga terbanyak diantara semua partai.
Adapun tokoh nasional di luar partai yang berpeluang adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. “Figur-figur itu dianggap punya modal politik dan modal sosial yang cukup untuk mendampingi Ibu Megawati,” kata Mochtar.Baca juga: Soal Wacana Duet Megawati-Prabowo di Pilpres 2024, Begini Plus Minusnya
Menurut dia, Megawati berhasil menghadapi krisis multidimensi saat menjadi Presiden 2001-2004 dan telah diakui secara akademik dengan penganugerahan Profesor Kehormatan sehingga sangat tepat untuk memimpin Indonesia yang juga dihadapkan pada situasi ancaman krisis multidimensi.
Dari sisi politik, kata dia, Megawati juga memiliki modal kuat, yakni tiga pilar partai. Pilar pertama, struktural partai mulai dari pusat hingga anak ranting (RW) yang solid.
Pilar kedua, kader di lageslagtif di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang saat ini terbanyak di antara semua partai. Pilar ketiga, kader di eksekutif mulai dari Presiden, Menteri, hingga kepala dan wakil kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang juga terbanyak diantara semua partai.
Lihat Juga :