Kronologi Pemberian Gelar Profesor Kehormatan Unhan untuk Megawati
Kamis, 10 Juni 2021 - 01:09 WIB
Guru Besar IPB Rokhmin Dahuri memaparkan kronologi Universitas Pertahanan (Unhan) hendak memberikan gelar profesor kehormatan kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri memaparkan kronologi Universitas Pertahanan (Unhan) hendak memberikan gelar profesor kehormatan kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri .
Rokhmin menjelaskan semua berawal pada November 2020. Saat itu, beberapa guru besar, membahas terkait usulan pemberian gelar profesor kehormatan tersebut. "Para guru besar tersebut kemudian bertindak sebagai promotor," ujar Rokhmin.
Gagasan tersebut kemudian dibahas oleh dirinya dan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bersama para guru besar di Jakarta. Para Guru Besar kemudian menyampaikan gagasan dan usulan agar Unhan menganugerahkan Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Megawati. Setelah usulan tersebut disetujui oleh Sidang Senat Guru Besar Unhan, disampaikanlah usulan itu ke Megawati.
Baca juga: Unhan Beber Alasan Berikan Megawati Gelar Profesor Kehormatan
"Saat itu disampaikan tiga alasan," kata Rokhmin yang juga Ketua DPP PDIP itu, Rabu (9/6/2021).
Rokhmin menjelaskan semua berawal pada November 2020. Saat itu, beberapa guru besar, membahas terkait usulan pemberian gelar profesor kehormatan tersebut. "Para guru besar tersebut kemudian bertindak sebagai promotor," ujar Rokhmin.
Gagasan tersebut kemudian dibahas oleh dirinya dan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bersama para guru besar di Jakarta. Para Guru Besar kemudian menyampaikan gagasan dan usulan agar Unhan menganugerahkan Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Megawati. Setelah usulan tersebut disetujui oleh Sidang Senat Guru Besar Unhan, disampaikanlah usulan itu ke Megawati.
Baca juga: Unhan Beber Alasan Berikan Megawati Gelar Profesor Kehormatan
"Saat itu disampaikan tiga alasan," kata Rokhmin yang juga Ketua DPP PDIP itu, Rabu (9/6/2021).
Lihat Juga :