Kisruh Haji 2021, PB HMI Minta Semua Pihak Duduk Bersama
Senin, 07 Juni 2021 - 17:27 WIB
PJ Ketua Umum PB HMI Abd. Muis Amiruddin meminta semua pihak duduk bersama terkait penyelanggaraan haji 2021. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menanggapi batalnya pemberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini sebagaimana disampaikan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu.
Salah satu alasannya, karena memang Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Baca juga: Haji 2021 Batal, Ustaz Adi Hidayat: Sabar dan Berserah Diri kepada Allah
PJ Ketua Umum PB HMI Abd. Muis Amiruddin menyebut situasi ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi kalau sejak awal sudah dibicarakan secara bersama-sama antarlembaga. “Kerajaan Arab Saudi sejak awalkan belum pernah mengundang Indonesia untuk penandatanganan nota kesepahaman tentang persiapan haji 2021, itu memang berarti bahwa Indonesia tahun ini belum diberi ruang untuk bicara Quota Haji tahun ini,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/6). Baca juga: Baca juga: Terungkap, Ada Permintaan Tambahan Fee Rp1.000/Bansos untuk Operasional Juliari
Muis mengatakan persiapan pemberangkatan itu biasanya melalui persiapan yang panjang, tidak hanya sekedar pemberangkatan tapi termasuk pemondokan, persiapan catering, persiapan vaksinasi dan lain-lain sebagainya. “Karena persiapannya panjang jadi mestinya sejak dulu sudah dikomunikasikan secara terbuka antar lembaga agar masyarakat juga bisa memberikan penilaian,” jelas dia.
Salah satu alasannya, karena memang Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Baca juga: Haji 2021 Batal, Ustaz Adi Hidayat: Sabar dan Berserah Diri kepada Allah
PJ Ketua Umum PB HMI Abd. Muis Amiruddin menyebut situasi ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi kalau sejak awal sudah dibicarakan secara bersama-sama antarlembaga. “Kerajaan Arab Saudi sejak awalkan belum pernah mengundang Indonesia untuk penandatanganan nota kesepahaman tentang persiapan haji 2021, itu memang berarti bahwa Indonesia tahun ini belum diberi ruang untuk bicara Quota Haji tahun ini,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/6). Baca juga: Baca juga: Terungkap, Ada Permintaan Tambahan Fee Rp1.000/Bansos untuk Operasional Juliari
Muis mengatakan persiapan pemberangkatan itu biasanya melalui persiapan yang panjang, tidak hanya sekedar pemberangkatan tapi termasuk pemondokan, persiapan catering, persiapan vaksinasi dan lain-lain sebagainya. “Karena persiapannya panjang jadi mestinya sejak dulu sudah dikomunikasikan secara terbuka antar lembaga agar masyarakat juga bisa memberikan penilaian,” jelas dia.
Lihat Juga :