Elektabilitas Puan Naik 2%, Diduga Efek Perselisihan PDIP-Ganjar Pranowo
Sabtu, 05 Juni 2021 - 14:00 WIB
Elektabilitas Puan Maharani naik sekitar 2% berdasarkan survei dukungan terhadap tokoh sebagai capres 2024 lembaga Parameter Politik Indonesia (IPI). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Meskipun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merajai berbagai survei elektabilitas calon presiden (capres), namun Parameter Politik Indonesia (PPI) menemukan bahwa tren elektabilitas Prabowo mengalami penurunan, sementara tokoh capres lainnya cenderung meningkat.
"Secara umum ada (survei) bulan Februari dan Mei. Prabowo agak sedikit turun (19,9% jadi 18,3%). Kemudian Ganjar naik dari 13,9 persen menjadi 15,5 persen, AHY naik (3,8% jadi 7,5%), kemudian RK (Ridwan Kamil dari 4,1% jadi 6,7%) dan seterusnya," papar Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam rilis survei yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring, Sabtu (5/6/2021).
Baca juga: Survei Capres Parameter Politik: Prabowo Teratas, Ganjar Posisi Kedua
Jika disimulasikan tren kenaikan dari 15 nama, Adi melanjutkan, salah satu nama yang agak sedikit naik adalah Puan Maharani. Di survei Februari 2021, 0,8% tapi, pada Mei 2021 Puan relatif naik menjadi 1,7 persen. "Ya hampir 2 persen. Mungkin tak terlepas dari huru-hara politik yang belakangan terjadi di internal PDIP," terangnya.
"Secara umum ada (survei) bulan Februari dan Mei. Prabowo agak sedikit turun (19,9% jadi 18,3%). Kemudian Ganjar naik dari 13,9 persen menjadi 15,5 persen, AHY naik (3,8% jadi 7,5%), kemudian RK (Ridwan Kamil dari 4,1% jadi 6,7%) dan seterusnya," papar Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam rilis survei yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring, Sabtu (5/6/2021).
Baca juga: Survei Capres Parameter Politik: Prabowo Teratas, Ganjar Posisi Kedua
Jika disimulasikan tren kenaikan dari 15 nama, Adi melanjutkan, salah satu nama yang agak sedikit naik adalah Puan Maharani. Di survei Februari 2021, 0,8% tapi, pada Mei 2021 Puan relatif naik menjadi 1,7 persen. "Ya hampir 2 persen. Mungkin tak terlepas dari huru-hara politik yang belakangan terjadi di internal PDIP," terangnya.
Lihat Juga :