Fokus Atasi Pandemi, Pengamat: Wajar Airlangga Belum Prioritaskan Safari Politik

Selasa, 01 Juni 2021 - 10:46 WIB
Menurut Usni, bukan kultur ketua umum Golkar yang juga kerap dijagokan sebagai kandidat Pilpres untuk belanja simpati sejak dini. Mereka cenderung bermanuver jelang tahun-tahun politik. "Sekitar setahun jelang Pilpres biasanya," tuturnya.

Selain itu, kata peraih gelar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) ini, Golkar yang memiliki basis kuat hingga daerah-daerah menjadi keuntungan Airlangga. Dengan demikian, dirinya tidak terlalu disibukkan dengan agenda konsolidasi internal. "Golkar sebagai salah satu kekuatan politik lawas tentu memiliki mesin yang kuat hingga bawah. Ini menjadi nilai lebih bagi Airlangga, apalagi Golkar sampai sekarang masih solid tidak seperti sebelum-sebelumnya," ujarnya.

"Karena itu, justru akan menjadi blunder bagi Airlangga jika dia sudah bermanuver sejak sekarang. Manuver itu, kan, biasanya dilakukan bagi calon-calon yang belum kuat secara partai sebagai syarat maju, makanya mereka menggenjot elektabilitas agar dilirik partai dan diusung," kata Usni.

Meskipun belum ada keputusan resmi, banyak elite Golkar yang secara terbuka memastikan Airlangga dijagokan partai berlambang pohon beringin itu dalam Pilpres 2024. Namun, dia responsnya belum secara tegas mengiyakan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!