Ajakan Puan Perangi Pandemi, Ingatkan Seruan Bung Karno Terkait Solidaritas
Rabu, 19 Mei 2021 - 16:50 WIB
Untuk itu, Miartiko sepenuhnya setuju dengan Puan yang menegaskan pilihan satu-satunya bagi negara-negara di dunia, tak lain dan tak bukan kecuali bersatu. Miartiko menunjuk titik penting yang ditunjukkan Puan dalam seruannya di depan sidang IPU, yakni saling membantu dalam penyediaan vaksin Covid-19.
"Sebagaimana dikatakan Ibu Puan, dunia memang tengah berada dalam situasi genting terkait tidak meratanya ketersediaan vaksin di antara bangsa-bangsa di dunia. Kalau pun vaksinasi di satu negara kelar, manakala masih ada negara yang tak bisa menuntaskan vaksinasi massal karena tak adanya pasokan, maka dunia tetap berada dalam bahaya karena peluang terjadinya herd immunity tidak akan terbangun," ungkapnya.
Karena itulah, Miartiko menyatakan apresiasi mendalam atas keberanian Puan menjadi inisiator penggalangan kekuatan negara-negara, dalam sebuah forum terkemuka seperti sidang ke-142 IPU. "Kita harus bangga, karena seruan untuk persatuan dunia itu datang dari wakil kita di Parlemen," ujar Miartiko.
Sebagaimana beredar luas dalamn berita media massa, Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan terjalinnya solidaritas dunia dalam memerangi pandemi Covid-19 secara bersama. Seruan keprihatinan Puan tersebut didasarkan pada tidak meratanya ketersediaan vaksin di antara negara-negara di dunia, karena ketersediaan dan daya beli masing-masing negara.
Sebagai seruan untuk langkah konkret, Puan menyerukan agar negara surplus persediaan vaksin membagi stok vaksin yang dimilikinya dengan negara lain. Selain itu Puan juga menyatakan seruan untuk terjadinya transfer teknologi pembuatan vaksin dari negara maju kepada pusat-pusat produksi vaksin di negara berkembang, yang diiringi penghapusan larangan ekspor untuk bahan-bahan dasar pembuat vaksin.
"Sebagaimana dikatakan Ibu Puan, dunia memang tengah berada dalam situasi genting terkait tidak meratanya ketersediaan vaksin di antara bangsa-bangsa di dunia. Kalau pun vaksinasi di satu negara kelar, manakala masih ada negara yang tak bisa menuntaskan vaksinasi massal karena tak adanya pasokan, maka dunia tetap berada dalam bahaya karena peluang terjadinya herd immunity tidak akan terbangun," ungkapnya.
Karena itulah, Miartiko menyatakan apresiasi mendalam atas keberanian Puan menjadi inisiator penggalangan kekuatan negara-negara, dalam sebuah forum terkemuka seperti sidang ke-142 IPU. "Kita harus bangga, karena seruan untuk persatuan dunia itu datang dari wakil kita di Parlemen," ujar Miartiko.
Sebagaimana beredar luas dalamn berita media massa, Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan terjalinnya solidaritas dunia dalam memerangi pandemi Covid-19 secara bersama. Seruan keprihatinan Puan tersebut didasarkan pada tidak meratanya ketersediaan vaksin di antara negara-negara di dunia, karena ketersediaan dan daya beli masing-masing negara.
Sebagai seruan untuk langkah konkret, Puan menyerukan agar negara surplus persediaan vaksin membagi stok vaksin yang dimilikinya dengan negara lain. Selain itu Puan juga menyatakan seruan untuk terjadinya transfer teknologi pembuatan vaksin dari negara maju kepada pusat-pusat produksi vaksin di negara berkembang, yang diiringi penghapusan larangan ekspor untuk bahan-bahan dasar pembuat vaksin.
(maf)
Lihat Juga :