Kasus Baru Covid-19 Pascalibur Lebaran Harus Diantisipasi

Senin, 17 Mei 2021 - 05:57 WIB
Mengenai langkah mitigasi dalam mengantisipasi lonjakan kasus, Kamaluddin mengatakan sistemnya sudah benar, titik kritis sudah dapat diidentifikasi, namun ada masalah pada implementasinya sehingga selama ini tidak berjalan maksimal.

“Seperti tenaga tracing yang masih kurang. Indonesia kini hanya memiliki 8.000-10.000 saja, itu tidak mencapai 20% dari tenaga ideal tracer yang seharusnya di atas 50.000,” ujarnya.

Tenaga surveilans, kata Kamaluddin, sangat diperlukan. Ketika ada yang positif, para surveilans yang akan mencari dengan siapa saja mereka bertemu dan melakukan kontak, termasuk d mana saja tempat tinggalnya.Selain jumlah yang masih kurang, tenaga surveilans juga perlu meningkatkan pengetahuannya.



Menurutnya, aplikasi yang dipakai sekarang ini belum sepenuhnya dipahami, karena kemampuan tenaga surveilans terbatas. Selain itu surveilans juga lebih terkonsentrasi di Jabodetabek sehingga pelacakan di luar wilayah ini masih terbatas.

“Jadi, update informasi maupun alat kerja para surveilans menjadi pekerjaan rumah selanjutnya dari pemerintah. Idealnya tracing itu dilakukan pada saat kasus sedikit agar hasilnya maksimal. Jika kasus terlanjuur membeludak akan kewalahan,” paparnya.

Siagakan Rumah Sakit

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi jika kasus Covid-19 melonjak. Termasuk memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya termasuk oksigen.

Secara keseluruhan, data Kementerian Kesehatan menunjukkan total tempat tidur yang tersedia saat ini sebanyak 390.000 unit. Khusus tempat tidur untuk melayani pasien Covid-19 tersedia 70.000 unit.

“Saat ini tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 sekitar 23.000-an,” kata Menkes.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More