Politikus PDIP Tak Setuju Reshuffle Kabinet Saat Pandemi Covid-19
Jum'at, 22 Mei 2020 - 16:28 WIB
Belum lagi, kata dia, sosok pengganti sekelas menteri harus melakukan persiapan yang tidak sebentar. Dia mengatakan, pengenalan terhadap program atau kebijakan yang sudah berlangsung juga membutuhkan waktu.
"Jadi, yang penting dilakukan saat ini yakni memperkuat formasi yang ada, dengan menambah pada sektor-sektor yang dirasa lemah. Baru, nanti ketika kondisi sudah stabil, reshuffle bisa dilakukan untuk meningkatkan keadaan," sambungnya.
Akan tetapi, kata dia, reshuffle merupakan kewenangan Presiden sepenuhnya. "Karena itu adalah hak prerogatif Presiden," pungkas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.
Seperti diberitakan media belum lama ini, PSI menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinet. PSI menilai pandemi Corona telah menunjukkan kualitas menteri, di antaranya ada yang berkinjera lamban dan buruk.
"Jadi, yang penting dilakukan saat ini yakni memperkuat formasi yang ada, dengan menambah pada sektor-sektor yang dirasa lemah. Baru, nanti ketika kondisi sudah stabil, reshuffle bisa dilakukan untuk meningkatkan keadaan," sambungnya.
Akan tetapi, kata dia, reshuffle merupakan kewenangan Presiden sepenuhnya. "Karena itu adalah hak prerogatif Presiden," pungkas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.
Seperti diberitakan media belum lama ini, PSI menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinet. PSI menilai pandemi Corona telah menunjukkan kualitas menteri, di antaranya ada yang berkinjera lamban dan buruk.
(dam)
Lihat Juga :