Komnas HAM Sebut Ada Beberapa KKB Papua yang Sudah Ditemui untuk Dialog Damai
Kamis, 06 Mei 2021 - 05:38 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.Foto/SINDOnew/Dok
JAKARTA - Komisi Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) menyatakan terus mengupayakan dialog damai dalam penyelesaian konflik di Papua. Bahkan, Komnas HAM telah mengirimkan perwakilannya guna berdialog langsung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, beberapa kelompok KKB ada saja yang bersedia melakukan dialog tersebut. Adanya KKB yang mau diajak dialog merupakan laporan dari Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey.
"Frits (Kepala Kantor Komnas HAM Papua) sudah langsung ke lapangan bertemu dengan apa yang kita sebut istilahnya KKB atau TPNPB-OPM. Organisasi-organisasi perlawanan itu sudah beberapa ditemui dan bersedia melakukan dialog," ujar Taufan dalam diskusi daring bertajuk Stop Pelanggaran-Pelanggaran HAM, Papua Damai, Rabu (5/5/2021).
Mendengar laporan tersebut, Taufan mengaku amat terkejut. Di samping itu, dia tak menutup diri bahwasanya ada saja yang enggan memilih jalan dialog dan lebih memilih jalan kekerasan. Baca: KKB Papua Ditetapkan Jadi Teroris, Komnas HAM: Perpanjang Siklus Kekerasan
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, beberapa kelompok KKB ada saja yang bersedia melakukan dialog tersebut. Adanya KKB yang mau diajak dialog merupakan laporan dari Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey.
"Frits (Kepala Kantor Komnas HAM Papua) sudah langsung ke lapangan bertemu dengan apa yang kita sebut istilahnya KKB atau TPNPB-OPM. Organisasi-organisasi perlawanan itu sudah beberapa ditemui dan bersedia melakukan dialog," ujar Taufan dalam diskusi daring bertajuk Stop Pelanggaran-Pelanggaran HAM, Papua Damai, Rabu (5/5/2021).
Mendengar laporan tersebut, Taufan mengaku amat terkejut. Di samping itu, dia tak menutup diri bahwasanya ada saja yang enggan memilih jalan dialog dan lebih memilih jalan kekerasan. Baca: KKB Papua Ditetapkan Jadi Teroris, Komnas HAM: Perpanjang Siklus Kekerasan
Lihat Juga :