Eksodus Warga India, DPR: Imigrasi Jangan Sembarangan Masukkan WNA
Jum'at, 23 April 2021 - 13:19 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni memperingatkan Ditjen Imigrasi Kemenkumham agar tidak sembarangan memasukkan WNA India ke Indonesia. Foto/dpr.go.id
JAKARTA - Pada Kamis (22/4) kemarin disebutkan bahwa Indonesia kedatangan 127 Warga Negara Asing (WNA) asal India. Kedatangan ini terjadi ketika kasus COVID-19 di India tengah melonjak, yakni mencapai 300 ribu kasus per hari dan merupakan penambahan kasus harian terbanyak sejak pandemi COVID-19 ditemukan.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni memperingatkan Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Menurutnya, ketika kasus COVID-19 di suatu negara tengah melonjak, justru kewaspadaan Indonesia harus ditingkatkan, khususnya di pintu-pintu masuk negara. Baca juga: COVID-19 Menggila, Pemerintah Larang WN India Masuk Indonesia?
"Saya mau mengingatkan pada pihak Imigrasi agar jangan sembarangan memasukkan WNA ke Indonesia, apalagi kalau kondisi COVID-19 di negara asal masih sangat mengkhawatirkan. Soal India ini kan kita tahu sendiri bahwa tengah terjadi lonjakan kasus besar-besaran," ujar Sahroni kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).
Politikus Nasdem ini meminta pihak Imigrasi untuk memperbaharui perkembangan COVID-19 di berbagai negara sehingga bisa memberlakukan kebijakan yang tepat dan lebih berhati-hati.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni memperingatkan Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Menurutnya, ketika kasus COVID-19 di suatu negara tengah melonjak, justru kewaspadaan Indonesia harus ditingkatkan, khususnya di pintu-pintu masuk negara. Baca juga: COVID-19 Menggila, Pemerintah Larang WN India Masuk Indonesia?
"Saya mau mengingatkan pada pihak Imigrasi agar jangan sembarangan memasukkan WNA ke Indonesia, apalagi kalau kondisi COVID-19 di negara asal masih sangat mengkhawatirkan. Soal India ini kan kita tahu sendiri bahwa tengah terjadi lonjakan kasus besar-besaran," ujar Sahroni kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).
Politikus Nasdem ini meminta pihak Imigrasi untuk memperbaharui perkembangan COVID-19 di berbagai negara sehingga bisa memberlakukan kebijakan yang tepat dan lebih berhati-hati.
Lihat Juga :