Larang Mudik Lebaran, Menag: Jangan Mengejar Sunnah tapi Meninggalkan yang Wajib

Senin, 19 April 2021 - 17:42 WIB
Menag, Yaqut Cholil Coumas mengatakan pemerintah melarang mudik pada Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah demi melindungi masyarakat di penularan virus Corona. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Coumas mengatakan pemerintah melarang mudik pada Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah demi melindungi masyarakat di penularan virus Corona.

Menurut dia, menjaga kesehatan di tengah wabah adalah kewajiban, baik dalam perspektif kesehatan maupun agama. Karena itulah, pemerintah mendahulukan hal yang sifatnya wajib ketimbang lainnya. Mudik sendiri merupakan tradisi yang boleh dilakukan atau tidak. Baca juga: Pemerintah Resmi Larang Takbir Keliling Idul Fitri 1442 Hijriah



"Kita memiliki dasar mudik itu paling banter hukumnya sunnah, sementara menjaga kesehatan diri kita, keluarga, menjaga kesehatan lingkungan kita adalah wajib, jadi jangan sampai apa yang wajib itu digugurkan oleh yang sunnah, atau mengejar sunnah tetapi meninggalkan yang wajib. Itu tidak ada tuntutan agamanya," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4/2021).

"Jadi larangnan mudik lebih ditekankan karena kita semua pemerintah ingin melindungi diri kita dan seluruh warga negara agar terjaga dari penularan covid," sambung dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!