Cegah Terorisme, Orang Tua dan Sekolah Harus Perkuat Moderasi Beragama ke Milenial
Sabtu, 10 April 2021 - 22:30 WIB
Dia mengaitkan kasus terorisme tersebut dengan kasus yang pernah terjadi di lingkungan sekolah ketika siswa menolak ajaran radikal yang disampaikan oleh pendidik kemudian siswa tersebut diperlakukan secara tidak adil.
Menurut dia, gerakan radikal yang masif di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian bersama oleh Kemendikbud, Kemenag dan seluruh lapisan masyarakat.
“Ketika anak sudah masuk ke jaringan mereka (kelompok radikal-red) dan diberikan doktrin sesuai dengan kepentingan mereka maka ini akan menjadi amunisi yang suatu saat bisa meledak. Ini yang harus diwaspadai bersama,” katanya.Baca juga: Peringatan Dini Kedubes AS, IPW Minta Polri Bersihkan Sarang Terorisme
Oleh karena itu, kata dia, pengajian melalui media sosial (medsos) perlu dikendalikan dan diperhatikan. Apalagi ketika mengajarkan ajaran yang tidak sejalan dengan corak keragaman di Indonesia maka pemerintah diminta lebih baik tegas. Termasuk juga peran orang tua sangat penting untuk memantau anak-anaknya.
”Karena anak-anak ini sudah menjadi incaran kelompok radikal. Hal ini perlu diperketat karena melalui pintu-pintu tadi kelompok teroris melakukan perekrutan dan cuci otak terhadap generasi muda,” tutur Ali. Baca juga: Milenial Jadi Sasaran Propaganda Virtual Terorisme, Crtitical Thinking Solusinya
Menurut dia, gerakan radikal yang masif di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian bersama oleh Kemendikbud, Kemenag dan seluruh lapisan masyarakat.
“Ketika anak sudah masuk ke jaringan mereka (kelompok radikal-red) dan diberikan doktrin sesuai dengan kepentingan mereka maka ini akan menjadi amunisi yang suatu saat bisa meledak. Ini yang harus diwaspadai bersama,” katanya.Baca juga: Peringatan Dini Kedubes AS, IPW Minta Polri Bersihkan Sarang Terorisme
Oleh karena itu, kata dia, pengajian melalui media sosial (medsos) perlu dikendalikan dan diperhatikan. Apalagi ketika mengajarkan ajaran yang tidak sejalan dengan corak keragaman di Indonesia maka pemerintah diminta lebih baik tegas. Termasuk juga peran orang tua sangat penting untuk memantau anak-anaknya.
”Karena anak-anak ini sudah menjadi incaran kelompok radikal. Hal ini perlu diperketat karena melalui pintu-pintu tadi kelompok teroris melakukan perekrutan dan cuci otak terhadap generasi muda,” tutur Ali. Baca juga: Milenial Jadi Sasaran Propaganda Virtual Terorisme, Crtitical Thinking Solusinya
Lihat Juga :