Update Bencana NTT, BNPB: 165 Orang Meninggal Dunia dan 45 Orang Masih Hilang

Jum'at, 09 April 2021 - 22:12 WIB
Penanganan pascabencana banjir bandang di NTT. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Doni Monardo menjelaskan data terbaru dari penanganan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Korban meninggal bertambah jadi 165 orang dan 45 hilang masih dalam pencarian.

Doni Monardo menjelaskan, 165 orang itu tersebar di beberapa daerah dengan rincian Flores Timur 71 orang dan 5 orang masih hilang. "Flores Timur belum ada perubahan dari data sebelumnya. Kemudian untuk Kabupaten Lembata 43 ada penambahan 3 orang yang hilang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal. Sehingga korban meninggal menjadi 46 orang dan masih hilang 22 orang," kata Doni Monardo dalam keterangan pers virtualnya, Jumat (9/4/2021)

Selanjutnya, untuk Kabupaten Alor juga bertambah satu orang, semula 27 orang saat ini menjadi 28 orang dan yang hilang tinggal 13 orang.



"Kemudian Malaka tetap 6 orang dan hilang tidak ada. Sedangkan Kabupaten Kupang ditemukan satu orang jenazah wanita hari ini, sehingga menjadi 4 orang yang meninggal dunia," katanya.



Selanjutnya, Kota Kupang tidak ada penambahan korban meninggal yakni jumlahnya tetap 6 orang dan tidak ada yang hilang. Untuk Kabupaten Ende dan Sikka masing-masing yang meninggal tetap 1 orang. "Adapun Kabupaten Sabu Raijua jumlah yang meninggal tetap yaitu 2 orang. Tapi ada penambahan 5 orang yang hilang," katanya.

Sedangkan untuk Kabupaten Rote Ndau, semula dilaporkan ada dua yang meninggal ternyata hasil terakhir laporan dari Bupati, yang meninggal nihil.

"Termasuk juga Kabupaten Ngada yang semula dilaporkan satu orang meninggal ternyata yang dilaporkan tersebut masih hidup. Jadi di Kabupaten Ngada tidak ada yang meninggal," katanya.

Terkait personel TNI-Polri dan Basarnas ditambah dengan relawan dari berbagai organisasi telah melakukan berbagai upaya untuk membantu melaksanakan evakuasi terhadap korban meninggal.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More