Pemerintah Izinkan Salat Tarawih di Masjid, Begini Tanggapan Partai Gelora
Jum'at, 09 April 2021 - 16:01 WIB
Ketua Bidang Keumatan DPN Partai Gelora Indonesia Raihan Iskandar menuturkan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih ini mengajarkan banyak hal. Foto/Istimewa
JAKARTA - Pemerintah mengizinkan pelaksanaan ibadah salat tarawih digelar di masjid dan musala dengan catatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jamaah yang diperkenankan masuk di masjid atau musala juga hanya jamaah dari lingkungan sekitar.
Menanggapi itu, Ketua Bidang Keumatan DPN Partai Gelora Indonesia Raihan Iskandar menuturkan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih ini mengajarkan banyak hal kepada semua pihak, utamanya mengajarkan kebersihan diri dan lingkungan, menjaga kesehatan diri dan kesehatan orang lain.
"Setahun terakhir ini kita dipaksa belajar beradaptasi lewat pandemi ini. Baik adaptasi sosial maupun adaptasi teknologi, bahkan adaptasi sosial kita memasuki ranah ibadah," ujar Raihan, Jumat (9/4/2021). Baca juga: Kemenag Anjurkan Ibadah Ramadhan di Rumah, Bukber Ditiadakan
Tanpa ada pelarangan pun, kata dia, situasi sosial sudah terbentuk dengan sendirinya seperti tidak mudik Lebaran. "Harus beradaptasi dengan protokol kesehatan dengan kesadarannya sendiri. Puncaknya calon jamaah haji pun beradaptasi rela menerima putusan penundaannya," kata Raihan.
Menanggapi itu, Ketua Bidang Keumatan DPN Partai Gelora Indonesia Raihan Iskandar menuturkan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih ini mengajarkan banyak hal kepada semua pihak, utamanya mengajarkan kebersihan diri dan lingkungan, menjaga kesehatan diri dan kesehatan orang lain.
"Setahun terakhir ini kita dipaksa belajar beradaptasi lewat pandemi ini. Baik adaptasi sosial maupun adaptasi teknologi, bahkan adaptasi sosial kita memasuki ranah ibadah," ujar Raihan, Jumat (9/4/2021). Baca juga: Kemenag Anjurkan Ibadah Ramadhan di Rumah, Bukber Ditiadakan
Tanpa ada pelarangan pun, kata dia, situasi sosial sudah terbentuk dengan sendirinya seperti tidak mudik Lebaran. "Harus beradaptasi dengan protokol kesehatan dengan kesadarannya sendiri. Puncaknya calon jamaah haji pun beradaptasi rela menerima putusan penundaannya," kata Raihan.
Lihat Juga :