Hadiri Tanwir Pemuda Muhammadiyah, Menag Tekankan Kerja Sama dan Sinergi

Minggu, 04 April 2021 - 20:58 WIB
"Problem Keindonesiaan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh NU saja, oleh Muhammadiyah saja, oleh Pemuda Muhammadiyah saja, apalagi oleh Anshor saja," tuturnya mendorong kebersamaan kedua organisasi ini lebih erat dijalin.

Yaqut memandang bahwa jika NU dan Muhammadiyah bersama, Indonesia akan menjadi negara muslim terdepan dalam menggarap agenda-agenda keumatan dan kebangsaan di ranah domestik dan internasional.

"Dan saya yakin itu bisa. Saya membayangkan kalau ada dua organisasi besar namanya Nahdlatul Ulama kemudian yang satu namanya Muhammadiyah kemudian melakukan kerja sama yang sinergis untuk keumatan, dan kebangsaan, Indonesia ini tuntas," pungkasnya.

Acara sendiri berjalan dengan sangat akrab. Gus Yaqut tak putus-putus menyampaikan canda sebagai tanda keakraban. Di akhir pidato, Gus Yaqut panggilan akrabnya dihadiahi oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto berupa lukisan wajah Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!