Dituding Bakal Rebut Kantor Partai Demokrat, Kubu Moeldoko: Andi Arief Itu kan Suka Sakau, Makanya Ngomong Ngelantur
Rabu, 31 Maret 2021 - 06:30 WIB
"SBY itu sudah sangat terkenal suka melakukan cara-cara preman karena dia sudah terbiasa bergaul dengan kelompok-kelompok radikal, karenanya pengambilalihan Kantor DPP Partai Demokrat oleh kubu Moeldoko itu hanyalah halusinasi SBY dan pengikutnya seperti Andi Arief yang suka sakau dan menebarkan hoaks," ungkap SHE. Baca: Besok Pemerintah Umumkan Keputusan soal Demokrat, Bagaimana Nasib Kubu Moeldoko?
Lebih lanjut SHE mengatakan, pengurus DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko sudah pernah mengumumkan di acara konferensi pers di Menteng yang dihadiri oleh banyak wartawan dari berbagai media beberapa minggu lalu, bahwa kantor DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko ada di Jalan Pemuda No. 712 Rawamangun, Jakarta Timur.
Menurutnya, kantor itu yang sangat bersejarah yakni kantor yang pertama kali digunakan oleh para pengurus DPP Partai Demokrat selama 12 tahun dan yang mengantarkan SBY sebagai "penumpang baru" Partai Demokrat menjadi Presiden RI selama dua periode.
"Olehnya tema kita kali ini adalah mengembalikan Partai Demokrat pada khittah aslinya, sejak pertamakali didirikan dan tidak pernah melanggar Undang-Undang, tidak sebagaimana yang dilakukan oleh SBY yang memimpin partai dengan keluarganya sendiri dan menyingkirkan para pendiri partai dan kader-kader partainya sendiri yang kritis-kritis seperti Mas Anas Urbaningrum, Mas Mohammad Nazarudin, Pak H. Marzuki Alie, Bang Johni Allen Marbun, Pak Max Sopacua, Bang H. Darmizal dll," kata pria yang juga seorang advokat itu.
Lebih lanjut SHE mengatakan, pengurus DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko sudah pernah mengumumkan di acara konferensi pers di Menteng yang dihadiri oleh banyak wartawan dari berbagai media beberapa minggu lalu, bahwa kantor DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko ada di Jalan Pemuda No. 712 Rawamangun, Jakarta Timur.
Menurutnya, kantor itu yang sangat bersejarah yakni kantor yang pertama kali digunakan oleh para pengurus DPP Partai Demokrat selama 12 tahun dan yang mengantarkan SBY sebagai "penumpang baru" Partai Demokrat menjadi Presiden RI selama dua periode.
"Olehnya tema kita kali ini adalah mengembalikan Partai Demokrat pada khittah aslinya, sejak pertamakali didirikan dan tidak pernah melanggar Undang-Undang, tidak sebagaimana yang dilakukan oleh SBY yang memimpin partai dengan keluarganya sendiri dan menyingkirkan para pendiri partai dan kader-kader partainya sendiri yang kritis-kritis seperti Mas Anas Urbaningrum, Mas Mohammad Nazarudin, Pak H. Marzuki Alie, Bang Johni Allen Marbun, Pak Max Sopacua, Bang H. Darmizal dll," kata pria yang juga seorang advokat itu.
(hab)
Lihat Juga :