Ketua DPD Dorong BPOM Uji Klinis Vaksin untuk Anak Batita

Jum'at, 26 Maret 2021 - 16:52 WIB
Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama anak-anak Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT, Selasa 23 Maret 2021.Foto/Istimewa
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji klinis penggunaan vaksin Covid-19 untuk bayi di bawah usia tiga tahun (batita).

Berdasarkan informasi yang diterimanya belum ada hasil uji klinis dari vaksin tersebut. "Anak-anak adalah subyek yang cukup rentan dengan sistem imunitas dan kekebalan tubuh yang belum stabil. Sehingga pemberian vaksin untuk anak-anak adalah suatu keniscayaan. Tetapi juga harus diperhatikan melalui uji klinis agar vaksin aman setelah menginjak usia dewasa nanti," tutur La Nyalla, Jumat (25/3/2021).



Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mendorong agar pemerintah memiliki keberanian untuk melakukan uji klinis. Fasilitas yang ada serta SDM yang dimiliki dinilainya cukup mumpuni untuk melakukan hal tersebut.

“Jika tidak dimulai, kita tidak akan berani melakukan uji klinis. Padahal di luar negeri Pfizer melakukan uji klinis vaksin untuk anak-anak 11 tahun ke bawah. BiNTech juga uji klinis untuk kelompok anak 12 hingga 15 tahun. Sedangkan AstraZeneca untuk anak yang lebih kecil dari itu," papar La Nyalla. Baca juga: Enggak Asal Tusuk, Penyuntikan Vaksin Covid-19 Ada Mekanismenya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!