Menkes: Suntikan Vaksinasi COVID-19 Dosis 1 dan 2 Tembus 10 Juta
Jum'at, 26 Maret 2021 - 15:58 WIB
Budi menegaskan bahwa vaksinasi itu membangun imunitas. “Membangun apa antibodinya kita. Jadi kalau kita kena, ya antibodi kita bisa bunuh virus lebih cepat aja. Sehingga mudah-mudahan tidak parah dan kita enggak usah masuk rumah sakit.”
“Sama seperti anak-anak lah, ketika virusnya masuk, dia masih bisa sembuh dengan cepat. Namun bisa menulari kakek neneknya. Kakek neneknya mati, anaknya enggak papa. Selama dia antibodinya udah terbentuk bukan menjamin dia enggak kena, masih bisa kena,” sambung Budi. Baca juga: Luhut Pede Program Vaksinasi Bisa Tingkatkan Turis Domestik
Budi juga mengingatkan bahwa pembentukan antibodi pasca vaksinasi adalah 28 hari. “Mesti diingat bahwa antibodi itu baru terbentuk optimal 28 sesudah suntik kedua. Jadi kalau ada orang ini sampai masuk rumah sakit, padahal udah suntik, lalu pas ditanya apakah sudah suntik kedua, belum. Ya pasti bisa kena,” tutupnya.
“Sama seperti anak-anak lah, ketika virusnya masuk, dia masih bisa sembuh dengan cepat. Namun bisa menulari kakek neneknya. Kakek neneknya mati, anaknya enggak papa. Selama dia antibodinya udah terbentuk bukan menjamin dia enggak kena, masih bisa kena,” sambung Budi. Baca juga: Luhut Pede Program Vaksinasi Bisa Tingkatkan Turis Domestik
Budi juga mengingatkan bahwa pembentukan antibodi pasca vaksinasi adalah 28 hari. “Mesti diingat bahwa antibodi itu baru terbentuk optimal 28 sesudah suntik kedua. Jadi kalau ada orang ini sampai masuk rumah sakit, padahal udah suntik, lalu pas ditanya apakah sudah suntik kedua, belum. Ya pasti bisa kena,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :