Perempuan Penjaga Sumber Daya Alam Berbagi Cerita di IWD 2021

Kamis, 25 Maret 2021 - 23:45 WIB
“Kampung Damaran Baru mendapatkan izin areal hutan kampung 251 Ha. Kami 11 orang perempuan dibantu 2 orang laki-laki setiap bulan berpatroli mencegah terjadinya perambahan di hutan kami,” cerita Ibu Sumini.

Sementara itu, Mama Asnat Iha dan Mama Rahma dari Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Keduaya menceritakan awal perjuangannya untuk menanam kembali komoditas unggulan pohon pala dan kayu besi yang sebagian besar telah rusak, juga penanaman tanaman pangan sejak tahun 2005 dengan 20 orang perempuan.

“Sejak 2005 kami telah menanam pohon pala dan kayu besi, karena banyak yang rusak. Selain itu mama-mama juga menanam di pekarangan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan,” jelas Mama Iha.

Begitu juga dengan Asnir Umar, dari Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat. Perempuan 75 tahun itu mengaku hidupnya dan masyarakat di Gunung talang terancam bahaya dengan adanya proyek Geothermal.

“Proyek Geothermal telah mengancam keselamatan masyarakat di Gunung Talang. Sawah dan kebun kami akan mereka rampas untuk proyek. Karena itulah kami menolak proyek tersebut,” tuturnya.

Dia meminta Presiden Jokowi, Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Solok untuk mencabut izin proyek Gethermal di Gunung Talang.

Acara yang digelar The Asia Foundation ini hasil kerja sama dengan Sikola Mombine, Berita Baru serta didukung UKAid dan the David Lucile & Packard Foundation.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!