Operasi Tersembunyi Tim Aligator Yonif-4 Marinir Bebaskan Sandera di Perairan sigli

Kamis, 25 Maret 2021 - 06:12 WIB
Hal tersebut menjadi dilema, satu sisi prajurit ingin mencari pengalaman bertempur dengan memanfaatkan permohonan dari masyarakat nelayan untuk membebaskan rekan-rekannya yang sedang disandera kelompok GSA, satu sisi lagi hal tersebut melanggar instruksi penguasa Darurat Militer. Berdasarkan kalkulasi tempur serta untung rugi dari RO tersebut maka Dantim Aligator berani mengambil keputusan dan resiko untuk tetap melaksanakan operasi pembebasan sandera dan tidak melaporkan kepada Komando Atas yang selanjutnya disebut Operasi Ilegal.

Dengan sorot mata yang optimis disertai libido bertempur yang tinggi 14 prajurit Marinir dari Tim Aligator dipimpin Lettu Mar Profs Dhegratmen pada hari Senin tanggal 30 Mei 2005 jam 19.00 Wib, melaksanakan gerakan untuk mencari, menemukan dan menghancurkan musuh dengan menggunakan kapal nelayan dalam rangka Operasi Pembebasan Sandera.

Pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2005 jam 08.30 Wib Tim Aligator pada posisi CO 050 38’ LU 0960 04‘ BT/ CO. beberapa kapal nelayan dan dilaksanakan pemeriksaan, kemudian terdapat satu kapal (kapal Salam Madina) berusaha meloloskan diri, selanjutnya diberikan tembakan peringatan agar kapal Salam Madina tersebut berhenti. Dari kapal tersebut terlihat salah satu ABK yang berada diluar kapal berteriak dan melambaikan tangan supaya kapal mereka jangan ditembaki, dan dia memberi isyarat bahwa didalam kapal terdapat orang bersenjata.



Mendengar teriakan dan isyarat tersebut Danki Aligator dengan Kirpatnya (perkiraan cepat) memberi isyarat dengan melemparkan beberapa jaket pelampung ke laut agar ABK keluar dari kapal dan melompat ke laut. Setelah melihat beberapa ABK melompat ke laut mencari pelapung, Tim Aligator mengadakan pengejaran terhadap kapal tersebut sambil mengeluarkan tembakan peringatan ke atas, namun kapal tersebut tetap melaju sambil menembak ke arah kapal Tim Aligator dan terjadilah kontak tembak dengan kelompok GSA yang berada di kapal Salam Madina yang mengakibatkan Praka Mar Heri Kristanto tertembak di paha kaki kiri.

Setelah + 30 menit kontak tembak, Tim Aligator mengakhiri serangan dengan tembakan RPG -7 yang menyebabkan kerusakan pada bagian buritan kapal (mesin) dan menimbulkan kebakaran. Pada jam 09.45 Wib setelah diyakini kelompok GSA dapat dilumpuhkan serta tidak ada tembakan balasan, Tim Aligator melaksanakan penyisiran di sekitar kapal yang terbakar untuk mencari korban dari pihak kelompok GSA dan mencoba untuk mengambil kapal yang terbakar dengan cara mengikatkan tali ke kapal Tim Aligator yang diyakini didalamnya masih terdapat senjata, namun tali pengikatnya putus akibat kobaran api yang membakar begitu cepat dan menenggelamkan kapal.

Selanjutnya dengan cepat dilaksanakan pencarian dan pertolongan ke posisi ABK kapal yang tadinya melompat ke laut dan ditemukan 7 orang sedang mengapung dengan memanfaatkan jaket pelampung yang dilemparkan Tim Aligator kemudian dinaikkan ke kapal, setelah dilaksanakan pengamanan dan pengecekan ternyata 1 (satu) orang diantaranya adalah anggota kelompok GSA atas nama Junizar (19 Th ) alamat Mns Mon Pertamina Kab. Aceh Besar. Setelah dinyatakan aman dan mempertimbangkan kondisi korban Praka Mar Heri Kristanto semakin melemah Dantim Aligator memerintahkan meninggalkan TKP menuju ke pantai Kuala Tari Kec. Kembang Tanjung Kab. Pidie sambil melaksanakan kontak radio ke Posko Utama Satgas untuk melaporkan operasi ilegal yang telah dilaksanakan dan permintaan Helly untuk evakuasi korban luka tembak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!