Survei: Elektabilitas Demokrat Melesat, PDIP Anjlok, Partai Ummat Berkibar
Selasa, 23 Maret 2021 - 05:24 WIB
Sesudah PDIP, urutan kedua ditempati Gerindra dari 14,5% pada Maret 2020, kemudian turun menjadi 13,7% pada Juli dan 13,2% pada November dan kini sebesar 12,7% dan Partai Golkar 8,9% pada Maret 2020 kemudian turun menjadi 8,3% pada Juli dan 8,1% pada November dan saat ini 8,0%.
Di papan tengah PKB dari 5,9% pada Maret 2020 turun menjadi 5,8% pada Juli kemudian 5,6% pada November dan saat ini 5,3%. Begitu juga dengan PPP dari 3,1% pada November 2020 kemudian turun menjadi 2,8% pada Juli kemudian 2,6% pada November dan saat ini 2,4%, dan PAN dari 1,6% pada Maret 2020 kemudian turun menjadi 1,4% di Juli kemudian 1,2% pada November dan kini mencapai 1,1%.
Pada papan bawah Partai Hanura dari 0,9% pada Maret 2020 kemudian turun menjadi 0,8% pada Juli kemudian 0,7 pada November dan saat ini 0,6%, Partai Gelora dari 0,2% pada November 2020 saat ini menjadi 0,3%, dan Berkarya dari 0,6% pada Maret 2020 turun menjadi 0,5% pada Juli kemudian turun 0,4% pada November dan saat ini 0,2%. PBB, PKPI, Garuda, dan Masyumi tidak mendapat dukungan, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 21,9%.
Survei CPCS dilakukan pada 5-15 Maret 2021, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9% dan pada tingkat kepercayaan 95%.
Di papan tengah PKB dari 5,9% pada Maret 2020 turun menjadi 5,8% pada Juli kemudian 5,6% pada November dan saat ini 5,3%. Begitu juga dengan PPP dari 3,1% pada November 2020 kemudian turun menjadi 2,8% pada Juli kemudian 2,6% pada November dan saat ini 2,4%, dan PAN dari 1,6% pada Maret 2020 kemudian turun menjadi 1,4% di Juli kemudian 1,2% pada November dan kini mencapai 1,1%.
Pada papan bawah Partai Hanura dari 0,9% pada Maret 2020 kemudian turun menjadi 0,8% pada Juli kemudian 0,7 pada November dan saat ini 0,6%, Partai Gelora dari 0,2% pada November 2020 saat ini menjadi 0,3%, dan Berkarya dari 0,6% pada Maret 2020 turun menjadi 0,5% pada Juli kemudian turun 0,4% pada November dan saat ini 0,2%. PBB, PKPI, Garuda, dan Masyumi tidak mendapat dukungan, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 21,9%.
Survei CPCS dilakukan pada 5-15 Maret 2021, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9% dan pada tingkat kepercayaan 95%.
(cip)
Lihat Juga :