Tolak Impor Beras, PBB Minta Pemerintah Fokus Penyerapan Hasil Panen
Senin, 22 Maret 2021 - 11:20 WIB
Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noor menyesalkan sikap Mendag, Muhammad Lutfi yang ngotot untuk mengimpor beras meski banyak yang menolak. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang ( PBB ), Afriansyah Noor menyesalkan sikap Menteri Perdagangan ( Mendag), Muhammad Lutfi yang ngotot untuk mengimpor beras meski banyak yang menolak.
Menurut Afriansyah, sikap Lutfi mengabaikan masukan dari menteri terkait dan para kepala daerah yang menjadi sentra produksi pangan. Baca juga: PDIP Tegaskan Memaksakan Impor Beras Mencoreng Muka Presiden Jokowi
“Partai Bulan Bintang menolak keras impor beras ini. Akan sangat bijak jika Kementerian Perdagangan menerima masukan dan mendengarkan aspirasi kepala daerah sebelum mengambil kebijakan impor beras ini,” ujar Afriansyah dalam keterangannya, Minggu (21/3/2021).
Afriansyah menyarankan Lutfi belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu membangun dialog, menyerap aspirasi, mengemukakan data-data yang obyektif, baru mengambil keputusan.
“Saya harap Pak Presiden Jokowi batalkan impor beras ini dan mulai melakukan penyerapan hasil panen. Terutama peranan Bulog yang sangat dibutuhkan," ucapnya.
Menurut Afriansyah, sikap Lutfi mengabaikan masukan dari menteri terkait dan para kepala daerah yang menjadi sentra produksi pangan. Baca juga: PDIP Tegaskan Memaksakan Impor Beras Mencoreng Muka Presiden Jokowi
“Partai Bulan Bintang menolak keras impor beras ini. Akan sangat bijak jika Kementerian Perdagangan menerima masukan dan mendengarkan aspirasi kepala daerah sebelum mengambil kebijakan impor beras ini,” ujar Afriansyah dalam keterangannya, Minggu (21/3/2021).
Afriansyah menyarankan Lutfi belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu membangun dialog, menyerap aspirasi, mengemukakan data-data yang obyektif, baru mengambil keputusan.
“Saya harap Pak Presiden Jokowi batalkan impor beras ini dan mulai melakukan penyerapan hasil panen. Terutama peranan Bulog yang sangat dibutuhkan," ucapnya.
Lihat Juga :