Polemik Moeldoko, Refly Harun: Di Negara Lain yang Begini-begini Pasti Mundur

Kamis, 11 Maret 2021 - 14:24 WIB
Moeldoko saat berada di arena Kongeres Luar Biasa Partai Demokrat, Deli Serdang, Sumatera Utara 5 Maret 2021. Foto/MPI/Wahyudi Aulia Siregar
JAKARTA - Penetapan Jenderal Purnawirawan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat oleh kelompok pengusung Kongres Luar Biasa (KLB) beberapa waktu lalu masih menjadi perbincangan hangat.

Adapun salah satunya adalah posisi Moeldoko yang merupakan pejabat publik atau pejabat negara, yakni Kepala Staf Presiden.



Pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai yang tidak etis bagi seorang Moeldoko adalah melakukan "take over" Partai Demokat dalam posisi sebagai pejabat negara.

"Dia melanggar dua etika, etika politik dan etika sebagai pejabat publik atau pejabat negara," kata Refly saat berbincang dengan jurnalis senior Edi Mulyadi yang diposting di chanel Youtubenya, Refly Harun, Kamis (11/3/2021)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!