Terungkap, Terawan Sudah Kembangkan Vaksin Sel Dedintrik Sebelum Pandemi

Rabu, 10 Maret 2021 - 20:48 WIB
Di hadapan para wakil rakyat, Terawan kembali menekankan bahwa Vaksin Nusantara aman, tidak ada efek samping. “Karena vaksin ini sifatnya individual maka sangat aman,” katanya.

Terawan juga menjelaskan mengapa pengembangan Vaksin Nusantara baru diungkap ke publik setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri kesehatan. Menurut dia, hal itu terkait dengan proses pengembangan dan penelitian vaksin tersebut. “Karena setelah lahir baru kita beri nama Vaksin Nusantara dan diumumkan,” katanya.

Vaksin Nusantara saat ini sudah melewati uji klinis tahap pertama dan sedang menungu izin uji klinis tahap kedua. Vaksin berbasis sel dendritik sebelumnya telah dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc di California, Amerika Serikat. Pengembangan Vaksin Nusantara yang diprakarsai Terawan, melibatkan peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang dan RS Karyadi Semarang.

Sebelumnya Terawan mengatakan, bila lolos semua tahap uji klinis dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaknsin Nusantara bisa diproduksi secara masal, mencapai 10 juta dosis per bulan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!