Menhub Bersama Kepala BNPB Tinjau Persiapan Kegiatan Praktik di PPI Curug

Sabtu, 06 Maret 2021 - 19:06 WIB
"Saya melihat ini adalah cara yang sangat baik, yang mampu meminimalkan resiko terpapar Covid-19. Tetapi yang paling penting adalah konsistensi penerapannya. Jangan sampai di awal ketat, kemudian di tengahnya kendor. Saya melihat kesiapan prakondisi sudah dilakukan dengan baik oleh pihak sekolah," ujar Doni Monardo.

Menurutnya, yang paling berbahaya jika terjadi penularan di dalam asrama sekolah adalah para pengasuh/pengajar yang berusia di atas 47 tahun dan memiliki penyakit penyerta (komorbid).

"Berdasarkan data, kematian tertinggi karena Covid-19 adalah mereka yang berusia di atas 47 tahun dan memiliki komorbid seperti diabetes, jantung, ginjal, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, apabila ada pengasuh/pengajar yang berusia di atas 47 tahun dan memiliki komorbid sebaiknya tidak melakukan pertemuan fisik atau tatap muka," ucap Ketua Satgas.

Ia mengimbau, jika ada taruna/i atau pengajar yang terpapar Covid-19 agar tidak dilakukan karantina mandiri di area sekolah, melainkan langsung dibawa ke Wisma Atlet. Ia juga meminta pihak sekolah terus berkoordinasi intensif dengan Satgas Penanganan Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Zulfikri mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar tatap muka di PPI Curug akan dilakukan secara bertahap.

Tahap 1 akan dilakukan pada 8 Maret 2021 s.d 24 Mei 2021 yang akan diikuti oleh sebanyak 62 orang taruna. Praktik yang akan dilakukan seperti : praktik terbang fase 4 Multi Engine, praktik terbang fase 2 PPL dan fase 3 CPL-I, praktik level 3 hands-on berdasarkan CASR 147 dan AC 147-02, dan praktik sebelum on the job training.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!