BMKG Sebut Sistem Early Warning Tsunami Indonesia Tandingi Jepang
Jum'at, 05 Maret 2021 - 16:10 WIB
Namun, Dwikorita mengakui Indonesia belum mempunyai alat deteksi tsunami yang diakibatkan bukan oleh gempa bumi. "Tapi, saat ini masih ada yang kurang. Saat ini sistem peringatan dini belum mampu mendeteksi, saya katakan 90%. Karena 10% itu saya katakan adalah tsunami yang diakibatkan bukan oleh gempa bumi," katanya.
"Sehingga, kita perlu meningkatkan teknologi lagi ini bersama BPPT dan kerja sama dengan beberapa negara maju. Teknologi yang bisa mendeteksi tsunami yang tidak diakibatkan gempa bumi. Misalnya Selat Sunda, itu tidak bisa dideteksi karena tidak diakibatkan gempa bumi. Nah, sekarang BPPT sedang melakukan eksperimen deteksi tsunami akibat erupsi gunung api," kata Dwikorita.
Baca juga: Masyarakat Indonesia Tak Lagi Anggap Gempa dan Tsunami sebagai Peristiwa Horor
"Sehingga, kita perlu meningkatkan teknologi lagi ini bersama BPPT dan kerja sama dengan beberapa negara maju. Teknologi yang bisa mendeteksi tsunami yang tidak diakibatkan gempa bumi. Misalnya Selat Sunda, itu tidak bisa dideteksi karena tidak diakibatkan gempa bumi. Nah, sekarang BPPT sedang melakukan eksperimen deteksi tsunami akibat erupsi gunung api," kata Dwikorita.
Baca juga: Masyarakat Indonesia Tak Lagi Anggap Gempa dan Tsunami sebagai Peristiwa Horor
(abd)
Lihat Juga :