Kisah Mitra Binaan Pertamina Masuk Pasar Internasional

Sabtu, 27 Februari 2021 - 12:30 WIB


Namun ketika pandemi terjadi di awal 2020, bukan saja target pasar yang harus berubah, Intan bahkan harus menyesuaikan tingkat produksi Hitara Black Garlic. "Jika misalnya awalnya empat mesin yang berproduksi, pada tahun 2020 sempat hanya satu mesin dulu yang dioperasikan. Agak sedih juga sih. Karena jumlah pesanan menurun signifikan jadinya," katanya.

Penyesuaian produksi ini terkait erat dengan penjualan yang memang menurun jauh. Intan mengakui, pihaknya tidak bisa lagi mengandalkan sistem penjualan langsung yang selama ini digunakan. Karena itu, kini ia beralih dari menggunakan sistem offline menjadi online. "Saat pandemi melanda ini kita harus berani berubah, dari offline menjadi online. Kami juga sudah mulai masuk ke beberapa marketplace untuk penjualannya," ujarnya.

Beberapa ilmu penjualan online sudah dia dapatkan sejak bergabung menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2019 hingga 2020 lalu. Dari Pertamina, dia mengaku bukan hanya dapat dukungan modal, namun juga pelatihan melalui seminar online.

Salah satu upaya penjualan online yang paling dirasa berhasil adalah adalah dengan mengikuti Pertamina SMEXPO 2020. Ajang pameran virtual UMKM terbesar di Indonesia yang digelar pada September 2020. Dalam acara tersebut, Pertamina menghadirkan ratusan UMKM binaannya mulai dari kuliner, fashion, craft, furniture hingga agrobisnis.

“Setelah menjadi mitra binaan pertamina, kami merasa terbantu dengan berbagai program pelatihan dan pameran yang diadakan pertamina saat pandemi, Pameran SMEXPO yang diselenggarakan pertamina merupakan pameran virtual pertama dan terbesar yang banyak mengenalkan Hitara kepada calon buyer dari beberapa negara, yg hingga kini kami masih jajaki kerja samanya,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!