Demokrat Kritik Istana soal Moeldoko: Jangan Nanti Pejabat Lain Ngikut
Jum'at, 05 Februari 2021 - 09:18 WIB
"Izin Prof Pratik. Sepakat, soal yang kaitannya dengan AD/ART partai itu urusan kami. Tapi ini juga kan berkaitan dengan 'AD/ART negara/Istana'. Sebagai pembantu Presiden yang dilakukan Pak Mul, Presiden tahu tidak? Boleh tidak? dan lain-lain yang telah kami sampaikan dalam surat. Jangan nanti pejabat lain ngikut," kata Jansen melalui akun Twitternya, @jansen_jsp, Kamis 4 Februari 2021.Baca juga: Respons Isu Kudeta, DPC Partai Demokrat di Solo Raya Ucap Setia untuk AHY
Seperti diketahui, adanya upaya penggulingan kepemimpinan di Demokrat disampaikan langsung AHY melalui konferensi pers beberapa waktu lalu. Dia mengungkap ada sejumlah mantan kader Demokrat dan orang lingkaran Istana yang terlibat dalam upaya tersebut. Belakangan Demokrat menyebut nama orang tersebut adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
AHY langsung mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi mengenai apa yang diduga dilakukan Moeldoko. Menyikapi tudingan itu, Moeldoko telah dua kali menggelar jumpa pers membantah tuduhan Demokrat.Baca juga: Ditanya Surat Demokrat ke Jokowi, Moeldoko: Masa Ngopi-ngopi Harus Lapor Presiden
Seperti diketahui, adanya upaya penggulingan kepemimpinan di Demokrat disampaikan langsung AHY melalui konferensi pers beberapa waktu lalu. Dia mengungkap ada sejumlah mantan kader Demokrat dan orang lingkaran Istana yang terlibat dalam upaya tersebut. Belakangan Demokrat menyebut nama orang tersebut adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
AHY langsung mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi mengenai apa yang diduga dilakukan Moeldoko. Menyikapi tudingan itu, Moeldoko telah dua kali menggelar jumpa pers membantah tuduhan Demokrat.Baca juga: Ditanya Surat Demokrat ke Jokowi, Moeldoko: Masa Ngopi-ngopi Harus Lapor Presiden
(dam)
Lihat Juga :