Polemik Kudeta Demokrat, Max Sopacua Sentil Andi Mallarangeng
Kamis, 04 Februari 2021 - 14:02 WIB
Mantan kader Partai Demokrat Max Sopacua. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pernyataan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng yang menjelaskan maksud surat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu upaya kudeta kepemimpinan partainya menuai sindiran.
Dalam acara dialog interaktif di sebuah televisi swasta nasional, Rabu 3 Februari 2021, Andi Mallarangeng menjelaskan surat dari AHY itu sangat sopan untuk menanyakan apa benar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendapat restu dari Presiden Jokowi untuk melakukan pengambilalihan kepemimpinan di Partai Demokrat.
Baca juga : Presiden Jokowi Tak Perlu Balas Surat AHY tentang Kudeta Demokrat
Pernyataan Andi Mallarangeng itu disindir oleh mantan kader Partai Demokrat Max Sopacua. “Andi Mallarangeng mempersoalkan Moeldoko yang katanya mendapat restu dari Presiden, dan seolah-olah itu, tidak boleh. Tapi Andi Mallarangeng ini lupa,” ujar Max Sopacua kepada SINDOnews, Kamis (4/2/2021). Baca juga: Pengamat Sebut Ada Ambisi Kekuasaan untuk 2024 di Balik Kudeta Demokrat
Dalam acara dialog interaktif di sebuah televisi swasta nasional, Rabu 3 Februari 2021, Andi Mallarangeng menjelaskan surat dari AHY itu sangat sopan untuk menanyakan apa benar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendapat restu dari Presiden Jokowi untuk melakukan pengambilalihan kepemimpinan di Partai Demokrat.
Baca juga : Presiden Jokowi Tak Perlu Balas Surat AHY tentang Kudeta Demokrat
Pernyataan Andi Mallarangeng itu disindir oleh mantan kader Partai Demokrat Max Sopacua. “Andi Mallarangeng mempersoalkan Moeldoko yang katanya mendapat restu dari Presiden, dan seolah-olah itu, tidak boleh. Tapi Andi Mallarangeng ini lupa,” ujar Max Sopacua kepada SINDOnews, Kamis (4/2/2021). Baca juga: Pengamat Sebut Ada Ambisi Kekuasaan untuk 2024 di Balik Kudeta Demokrat
Lihat Juga :