Banjir Longsor di Mana-mana, PKS: Kehutanan Harus Dibenahi dari Hulu ke Hilir
Rabu, 20 Januari 2021 - 13:43 WIB
Tentu saja, semua itu harus diiringi dengan menjaga relasi harmonis dengan alam. Langkah itu, menurut Ketua DPP PKS itu, dapat mengurangi risiko bencana.
“Masalah deforestasi menjadi momok kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Menurut laporan Forest Watch Indonesia dari tahun 2000-2017, kita telah kehilangan 23 juta hektar hutan alam,” jelasnya.
Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan pemerintah perlu melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir terhadap semua aspek kehutanan. Program reboisasi yang selama ini berjalan harus dievaluasi.
Dia menjelaskan saat ini konsep manajemen hutan telah berkembang sangat kompleks. Sebab, luas dan potensi hutan semakin menurun. Di sisi lain, kebutuhan sumber daya hutan semakin meningkat.
Belum lagi, jika ada permasalahan di tengah masyarakat, seperti pengakuan hak-hak adat dan pembagian distribusi manfaat hutan yang semakin merebak. Dengan kondisi seperti itu, keutuhan fungsi ekosistem dan keberlanjutan harus menjadi prioritas.
“Masalah deforestasi menjadi momok kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Menurut laporan Forest Watch Indonesia dari tahun 2000-2017, kita telah kehilangan 23 juta hektar hutan alam,” jelasnya.
Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan pemerintah perlu melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir terhadap semua aspek kehutanan. Program reboisasi yang selama ini berjalan harus dievaluasi.
Dia menjelaskan saat ini konsep manajemen hutan telah berkembang sangat kompleks. Sebab, luas dan potensi hutan semakin menurun. Di sisi lain, kebutuhan sumber daya hutan semakin meningkat.
Belum lagi, jika ada permasalahan di tengah masyarakat, seperti pengakuan hak-hak adat dan pembagian distribusi manfaat hutan yang semakin merebak. Dengan kondisi seperti itu, keutuhan fungsi ekosistem dan keberlanjutan harus menjadi prioritas.
Lihat Juga :