BNPB: 81 Orang Meninggal Dunia dan 19.435 Mengungsi Pascagempa Sulbar

Senin, 18 Januari 2021 - 10:27 WIB
Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat 81 orang meninggal dan 19.435 mengungsi pascagempa M6,2 yang terjadi di di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Berdasarkan data per 18 Januari 2021 pukul 08.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 19.435 orang mengungsi pascagempa M6,2 yang terjadi di di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Rinciannya, sebanyak 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju dan 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majane. Mereka tersebar di 25 titik pengungsian di Kabupaten Majene yakni, di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua. (Baca juga: Bencana Alam Berturut-turut, BNPB Diminta Siaga di Semua Daerah)



Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro yang masih dalam proses pendataan. “Korban meninggal akibat gempa tersebut sebanyak 81 orang, yaitu 11 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 70 orang di Kabupaten Mamuju,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Senin (18/1/2021). (Baca juga: Evakuasi Korban Gempa Sulbar, TNI Siapkan Ambulans untuk Ibu Hamil)

Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju, sehinggal total korban dengan luka berat mencapai 253 orang. Sedangkan korban dengan luka ringan tercatat sebanyak 679 orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!