Fraksi PKS Mengamanatkan Anggotanya di Komisi III Jaga Komjen Listyo Sigit
Jum'at, 15 Januari 2021 - 18:30 WIB
Baca Juga: Kapolri Idham Azis Minta Jajarannya Solid Dukung Listyo Sigit Prabowo
“Kan Pak Idham juga bagus tapi sebentar sayangnya. Jadi kalau orang masih jauh ya masih semangat, masih punya terobosan-terobosan, dia juga mereformasi merefleksasi polisi, karena berpikir saya masih panjang. Kalau mau pensiun dia pasti berpikir aman. Tapi kalau Pak Idham nggak, dia malah lebih berani,” terang Dimyati.
Adapun kecacatan Listyo, mantan Sekretaris Jenderal PPP ini mengibaratkan Listyo sebagai kertas putih, polisi yang PDLT-nya (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela) bagus dan tidak ada catatan buruk. Kalau dilihat rekam jejak, biasanya ada yang pernah kena indisipliner, kena sanksi, tersangkut masalah dan lainnya, dan ia pernah melihat sebagian polisi-polisi yang ada tersangkut hal itu.
“Beliau coba lihat dari body language-nya, kan manis, polisi yang diperlukan saat ini menurut saya. Sehingga Pak Jokowi memilih orang yang betul-betul mengetahui kelebihan dan kekurangannya,” ungkapnya.
“Nah kalau Pak Sigit ini, Pak Jokowi pernah bersama-sama, memilih orang yang dipercaya, yang tahu kekurangannya, kelebihannya, prestasinya, dedikasinya, loyalitasnya. Apalagi saya kenal baik dengan Pak Sigit ini. Jadi saya lihat beliau pilihan yang tepat. Memang dari awal saya berharap ya Pak Sigit ini di antara calon lainnya,” imbuh Dimyati.
“Kan Pak Idham juga bagus tapi sebentar sayangnya. Jadi kalau orang masih jauh ya masih semangat, masih punya terobosan-terobosan, dia juga mereformasi merefleksasi polisi, karena berpikir saya masih panjang. Kalau mau pensiun dia pasti berpikir aman. Tapi kalau Pak Idham nggak, dia malah lebih berani,” terang Dimyati.
Adapun kecacatan Listyo, mantan Sekretaris Jenderal PPP ini mengibaratkan Listyo sebagai kertas putih, polisi yang PDLT-nya (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela) bagus dan tidak ada catatan buruk. Kalau dilihat rekam jejak, biasanya ada yang pernah kena indisipliner, kena sanksi, tersangkut masalah dan lainnya, dan ia pernah melihat sebagian polisi-polisi yang ada tersangkut hal itu.
“Beliau coba lihat dari body language-nya, kan manis, polisi yang diperlukan saat ini menurut saya. Sehingga Pak Jokowi memilih orang yang betul-betul mengetahui kelebihan dan kekurangannya,” ungkapnya.
“Nah kalau Pak Sigit ini, Pak Jokowi pernah bersama-sama, memilih orang yang dipercaya, yang tahu kekurangannya, kelebihannya, prestasinya, dedikasinya, loyalitasnya. Apalagi saya kenal baik dengan Pak Sigit ini. Jadi saya lihat beliau pilihan yang tepat. Memang dari awal saya berharap ya Pak Sigit ini di antara calon lainnya,” imbuh Dimyati.
Lihat Juga :