Pilpres 2024 Momentum Emas bagi Cak Imin
Rabu, 13 Januari 2021 - 06:50 WIB
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik ini, Pilpres 2024 adalah masa emasnya Cak Imin . Sebagai politikus yang sudah cukup kenyang pengalaman dan namanya selalu dikaitkan dengan pilpres, tahun 2024 adalah waktu yang cukup pas bagi wakil ketua DPR itu untuk maju pilpres.
Karena itu, menurut Adi, Cak Imin harus segera menunjukkan diri agar namanya menjadi perbincangan publik. "Ini penting, Cak Imin harus mulai mengapitalisasi posisi strategis sebagai wakil ketua DPR dan ketua parpol agar harus lebih banyak show the public. Terus terang harus kita katakan dengan posisinya yang sangat strategis, kita tidak pernah dengar, posisinya itu tidak dikapitalisasi oleh Cak Imin. Artinya ini kan puncak posisi strategis Cak Imin yang sebenarnya sangat bisa menarik perhatian publik dari segi komunikasi, positioning, dan permainan isu," tuturnya.
Dia mencontohkan nama Fahri Hamzah dan Fadli Zon ketika masih menjadi wakil ketua DPR, keduanya yang sebenarnya bukan siapa-siapa dan hanya sebatas politisi biasa, tapi mampu mengapitalisasi posisinya sebagai wakil ketua DPR saat itu. "Bahkan kedua orang ini justru jauh lebih tenar, jauh lebih dikenal, jauh lebih banyak diperbincangkan daripada ketua DPR yang notabene juga ketum Golkar saat itu (Setya Novanto). Itu yang saya bilang ada panggung politik yang sebenarnya cukup terbuka lebar bagi Cak Imin," katanya.
(Baca juga: Ganjar Pranowo Kian Melejit, Cak Imin Ramaikan Bursa Calon Presiden 2024 ).
Adi mengatakan, jika benar Cak Imin mau mengambil kesempatan untuk bertarung di Pilpres 2024 , yang bersangkutan dan timnya harus segera bergerak. Minimal dengan sering muncul ke publik sehingga namanya bisa dipersepsikan sebagai salah satu kandidat capres 2024. "Jadi Cak Imin harus mulai running. Apalagi 2021 ini kan mulai ramai pembahasan UU Pemilu, sehingga pembicaraan politik bakal mulai ramai. Ya kalau Cak imin maju kan menarik sebagai perwakilan NU minimal. NU politik tentu saja, bukan NU kultural," ujarnya.
Karena itu, menurut Adi, Cak Imin harus segera menunjukkan diri agar namanya menjadi perbincangan publik. "Ini penting, Cak Imin harus mulai mengapitalisasi posisi strategis sebagai wakil ketua DPR dan ketua parpol agar harus lebih banyak show the public. Terus terang harus kita katakan dengan posisinya yang sangat strategis, kita tidak pernah dengar, posisinya itu tidak dikapitalisasi oleh Cak Imin. Artinya ini kan puncak posisi strategis Cak Imin yang sebenarnya sangat bisa menarik perhatian publik dari segi komunikasi, positioning, dan permainan isu," tuturnya.
Dia mencontohkan nama Fahri Hamzah dan Fadli Zon ketika masih menjadi wakil ketua DPR, keduanya yang sebenarnya bukan siapa-siapa dan hanya sebatas politisi biasa, tapi mampu mengapitalisasi posisinya sebagai wakil ketua DPR saat itu. "Bahkan kedua orang ini justru jauh lebih tenar, jauh lebih dikenal, jauh lebih banyak diperbincangkan daripada ketua DPR yang notabene juga ketum Golkar saat itu (Setya Novanto). Itu yang saya bilang ada panggung politik yang sebenarnya cukup terbuka lebar bagi Cak Imin," katanya.
(Baca juga: Ganjar Pranowo Kian Melejit, Cak Imin Ramaikan Bursa Calon Presiden 2024 ).
Adi mengatakan, jika benar Cak Imin mau mengambil kesempatan untuk bertarung di Pilpres 2024 , yang bersangkutan dan timnya harus segera bergerak. Minimal dengan sering muncul ke publik sehingga namanya bisa dipersepsikan sebagai salah satu kandidat capres 2024. "Jadi Cak Imin harus mulai running. Apalagi 2021 ini kan mulai ramai pembahasan UU Pemilu, sehingga pembicaraan politik bakal mulai ramai. Ya kalau Cak imin maju kan menarik sebagai perwakilan NU minimal. NU politik tentu saja, bukan NU kultural," ujarnya.
Lihat Juga :