Kecelakaan Sriwijaya Air, Aspek Kualitas Perawatan Pesawat Tak Bisa Ditawar
Senin, 11 Januari 2021 - 15:44 WIB
“Intinya, tua gak apa-apa. Pesawat itu masih banyak dipakai di Amerika Latin, USA, sebagian Eropa, Rusia. Banyak dipakai sih sampai dengan sekarang. Tergantung merawatnya secara baik dan ketat. Tidak ada tawar-menawar soal masuk schedule perawatannya,” tegas dia.
Meski sudah berumur, lanjut Arista, tentu sudah melewati tahapan sehingga mendapatkan izin dari pemerintah dan masih laik terbang untuk melayani penumpang. Karena itu, dirinya menampik jika usia pesawat menjadi faktor utama dari kecelakaan tersebut. “Kan pemerintah membolehkan beroperasi di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran SINDOnews, pesawat tersebut merupakan pabrikan Boeing itu dengan jenis 737-500 classic. Menurut situs airfleets.net, sebelum dioperasikan Sriwijaya Air, SJ-182 sempat dioperasikan dua maskapai lain.
Maskapai yang pertama mengoperasikan pesawat ini adalah Continental Airlines pada 31 Mei 1994 dengan nomor registrasi N27610. Pesawat tersebut kemudian dioperasikan oleh United Airlines pada 1 Oktober 2010 dengan nomor registrasi yang sama.
Meski sudah berumur, lanjut Arista, tentu sudah melewati tahapan sehingga mendapatkan izin dari pemerintah dan masih laik terbang untuk melayani penumpang. Karena itu, dirinya menampik jika usia pesawat menjadi faktor utama dari kecelakaan tersebut. “Kan pemerintah membolehkan beroperasi di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran SINDOnews, pesawat tersebut merupakan pabrikan Boeing itu dengan jenis 737-500 classic. Menurut situs airfleets.net, sebelum dioperasikan Sriwijaya Air, SJ-182 sempat dioperasikan dua maskapai lain.
Maskapai yang pertama mengoperasikan pesawat ini adalah Continental Airlines pada 31 Mei 1994 dengan nomor registrasi N27610. Pesawat tersebut kemudian dioperasikan oleh United Airlines pada 1 Oktober 2010 dengan nomor registrasi yang sama.
Lihat Juga :