LSI Ungkap Faktor Pemacu Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Cukup Tinggi
Minggu, 10 Januari 2021 - 20:37 WIB
Yang jadi pertanyaan, lanjut Djayadi, mengapa muncul kekhawtiran partisipasi menurun. Dia menduga ada beberapa faktor. Pertama, agar penyelenggara pemilu bekerja dengan hati-hati dan lebih maksimal dalam meyakinkan publik bahwa pilkada di tengah pandemi ini merupakan sesuatu yang aman.
Kedua, para kandidat di pilkada menyadari di masa pandemi ini ada kemungkinam partisipasi menurun sehingga mereka mencoba agar masyarakat terutama pemilih yang dianggap pemilih mereka datang ke TPS.
"Dua faktor itu yang mendorong membantu masyarakat sehingga tinggi partisipasi pemilihnya di pilkada," kata Djayadi.
Kemudian, lanjut Djayadi, faktor pendorong lainnya yang membuat partisipasi pemilih cukup tinggi, yakni penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang ketat di TPS. Terbukti dalam survei bahwa hampir 100% prokes dijalankan secara ketat.
"Mungkin salah satunya ini masyarakat melihat prokes dijalankan secara ketat sehingga mereka datang untuk berpartisipasi," tuturnya.
Djayadi menjelaskan, secara umum, partisipasi pemilih lebih tinggi untuk laki-laki, secara usia paling rendah di kalangan pemilih pemula di usia 21 tahun ke bawah di bawah 50%.
Kedua, para kandidat di pilkada menyadari di masa pandemi ini ada kemungkinam partisipasi menurun sehingga mereka mencoba agar masyarakat terutama pemilih yang dianggap pemilih mereka datang ke TPS.
"Dua faktor itu yang mendorong membantu masyarakat sehingga tinggi partisipasi pemilihnya di pilkada," kata Djayadi.
Kemudian, lanjut Djayadi, faktor pendorong lainnya yang membuat partisipasi pemilih cukup tinggi, yakni penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang ketat di TPS. Terbukti dalam survei bahwa hampir 100% prokes dijalankan secara ketat.
"Mungkin salah satunya ini masyarakat melihat prokes dijalankan secara ketat sehingga mereka datang untuk berpartisipasi," tuturnya.
Djayadi menjelaskan, secara umum, partisipasi pemilih lebih tinggi untuk laki-laki, secara usia paling rendah di kalangan pemilih pemula di usia 21 tahun ke bawah di bawah 50%.
Lihat Juga :