Atalia Ridwan Kamil Apresiasi Gasibu 14 Kecamatan di Kabupaten Garut
Kamis, 14 Mei 2020 - 16:30 WIB
Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil meninjau dapur umum Gasibu di Desa Dunguswiru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, dan Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (13/5/20).
GARUT - Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar) sekaligus Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Ridwan Kamil mengapresiasi Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) di 14 kecamatan yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Garut.
“Dari data yang saya peroleh, ada 14 kecamatan yang sudah melaksanakan (Gasibu), ribuan nasi kotak juga sudah dipersiapkan dan sudah didistribusikan,” ucap Atalia saat meninjau dapur umum Gasibu di Desa Dunguswiru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (13/5/2020).
"Yang menyebarluaskannya berjejaring bersama, seperti Karang Taruna, Kader Penggerak Desa, dan lain sebagainya di kewilayahan, supaya betul-betul sampai kepada titik-titik yang membutuhkan,” tambahnya.
Atalia pun berharap, ada inovasi dan kreativitas dalam pendistribusian bantuan pangan kepada masyarakat terdampak di tengah pandemi COVID-19 ini, khususnya bagi warga yang tinggal di pelosok.
Pasalnya, Atalia menilai Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Jabar yang penduduknya tinggal berjauhan, termasuk adanya pemukiman yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari kantor kepala desa.
“Jadi, untuk mereka (warga) datang ke tempat (kantor kepala desa yang memberikan bantuan) itu harus menempuh waktu yang lama, sehingga saya sampaikan sesuaikan (inovasi) dengan kondisinya. Karena yang paling paham terkait dengan kondisi wilayahnya adalah perangkat kewilayahan setempat,” kata Atalia.
“Dari data yang saya peroleh, ada 14 kecamatan yang sudah melaksanakan (Gasibu), ribuan nasi kotak juga sudah dipersiapkan dan sudah didistribusikan,” ucap Atalia saat meninjau dapur umum Gasibu di Desa Dunguswiru, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (13/5/2020).
"Yang menyebarluaskannya berjejaring bersama, seperti Karang Taruna, Kader Penggerak Desa, dan lain sebagainya di kewilayahan, supaya betul-betul sampai kepada titik-titik yang membutuhkan,” tambahnya.
Atalia pun berharap, ada inovasi dan kreativitas dalam pendistribusian bantuan pangan kepada masyarakat terdampak di tengah pandemi COVID-19 ini, khususnya bagi warga yang tinggal di pelosok.
Pasalnya, Atalia menilai Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Jabar yang penduduknya tinggal berjauhan, termasuk adanya pemukiman yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari kantor kepala desa.
“Jadi, untuk mereka (warga) datang ke tempat (kantor kepala desa yang memberikan bantuan) itu harus menempuh waktu yang lama, sehingga saya sampaikan sesuaikan (inovasi) dengan kondisinya. Karena yang paling paham terkait dengan kondisi wilayahnya adalah perangkat kewilayahan setempat,” kata Atalia.
Lihat Juga :