AHY Disarankan Ambil Jalan Oposisi agar Bisa Kejar Ganjar dan Prabowo
Sabtu, 02 Januari 2021 - 07:52 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih punya peluang besar untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dari Ganjar Pranowo , Prabowo Subianto , dan sejumlah tokoh lainnya jelang Pilpres 2024 . Kejelasan posisi politik AHY menjadi syaratnya.
" AHY positioning-nya harus jelas, sehingga masyarakat bisa membaca warna distingsinya," ujar Dosen Politik UIN Jakarta Bakir Ihsan saat dihubungi SINDOnews, akhir tahun 2020.
Menurut Bakir, di tengah suasana politik yang menempatkan negara sebagai pusat pengendali, AHY disebutnya bisa tampil sebagai oposisi atau sekalian menjadi pendukung pemerintah.
Bakir mengatakan lebih baik AHY mengambil jalan oposisi dengan menyuarakan suara rakyat yang menginginkan pemerintah berbuat jelas dan tegas. "Memang AHY mungkin akan diserang oleh pendukung pemerintah, namun bila hal tersebut ditekuni dan konsisten dilakukan pada akhirnya akan terbaca kesungguhan perjuangan politik AHY ," ujarnya.
(Baca juga: Jalan Terjal Anies, Ridwan Kamil, dan Ganjar Menuju Pilpres 2024 ).
Sementara itu, analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, sejauh ini popularitas dan elektabilitas AHY sebagai 'pemimpin' muda memang sudah cukup. Hanya saja, Partai Demokrat yang sekarang dipimpin AHY harus lebih gesit melakukan sosialisasi dengan dua cara yakni menyerang via darat dan udara.
" AHY positioning-nya harus jelas, sehingga masyarakat bisa membaca warna distingsinya," ujar Dosen Politik UIN Jakarta Bakir Ihsan saat dihubungi SINDOnews, akhir tahun 2020.
Menurut Bakir, di tengah suasana politik yang menempatkan negara sebagai pusat pengendali, AHY disebutnya bisa tampil sebagai oposisi atau sekalian menjadi pendukung pemerintah.
Bakir mengatakan lebih baik AHY mengambil jalan oposisi dengan menyuarakan suara rakyat yang menginginkan pemerintah berbuat jelas dan tegas. "Memang AHY mungkin akan diserang oleh pendukung pemerintah, namun bila hal tersebut ditekuni dan konsisten dilakukan pada akhirnya akan terbaca kesungguhan perjuangan politik AHY ," ujarnya.
(Baca juga: Jalan Terjal Anies, Ridwan Kamil, dan Ganjar Menuju Pilpres 2024 ).
Sementara itu, analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, sejauh ini popularitas dan elektabilitas AHY sebagai 'pemimpin' muda memang sudah cukup. Hanya saja, Partai Demokrat yang sekarang dipimpin AHY harus lebih gesit melakukan sosialisasi dengan dua cara yakni menyerang via darat dan udara.
Lihat Juga :