Muhammadiyah Gelontorkan Rp130 M untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 - 13:42 WIB
"Kita juga melakukan pengumpulan data terkait relawan, kita anggap perbedaan kami adalah bahwa kami punya rumah sakit, tenaga kerja di rumah sakit juga relawan. Relawan kita ada sekitar 40 ribu. Dan saat ini memang total kita sudah menggunakan relawan kita melakukan program disinfeksi,” katanya.

Bahkan, Muhammadiyah akan bekerja sama dengan UNICEF dalam melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19. "Kemudian juga tidak (hanya) di konteks kesehatan, juga kita edukasi juga, melakukan edukasi promotif yang nanti juga nanti berikut yang bekerja sama dengan UNICEF."

Kegiatan Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19, kata Rintawan, telah dimulai sejak 6 Maret 2020. Dengan dibentuknya Satuan Tugas Muhammadiyah tersebut langsung terstruktur untuk melakukan sosialisasi hingga ke jajaran di bawah.

"Apalagi Muhammadiyah juga memiliki ratusan rumah sakit dan perguruan tinggi sehingga surat edaran serta instruksi dapat segera diimplementasikan. Jadi kegiatan program pembatasan jarak fisik tidak hanya sekadar imbauan, namun juga instruksi. Bahkan kami juga mengevaluasi yang membandel secara persuasif," katanya.

Selain itu, Rintawan mengatakan Muhammadiyah juga meluncurkan kegiatan Sadar Faktor Risiko Diri Sendiri (Safari) sebagai salah satu bentuk edukasi pada masyarakat. "Itu yang mungkin yang pertama kita luncurkan. Kegiatan itu akan terus berjalan berdampingan dengan gerakan relawan, disinfeksi, fokus di bidang kesehatan serta edukasi-edukasi lainnya yang dilakukan secara promotif."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!