Ucapkan Terima Kasih ke Semua Pihak yang Tangani Corona, Wapres: Ini Musibah
Kamis, 16 April 2020 - 22:09 WIB
"Pemerintah sedang berupaya dengan sekuat tenaga dibawah pimpinan Bapak Presiden Jokowi untuk menanggulangi ini. lebih dari Rp400 triliun disiapkan untuk menanggulangi ini," terangnya.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada relawan, tenaga medis, perawat, dan dokter, yang berjuang siang dan malam untuk merawat pasien. Mudah-mudahan semua diberkati Allah," tambahnya.
Pemerintah juga mengucapkan terima kasih kepada orang-orang dermawan yang telah ambil bagian dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini. Selama ini, banyak orang mempunyai ekonomi lebih membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
Tak lupa, Ma'ruf mengucapkan terima kasih kepada para ulama yang telah memberikan kemudahan dan solusi dalam beribadah dalam situasi sulit ini. "Saya yakin ini bukan untuk mencari kemudahan-kemudahan semata. Tapi kita saat ini kritis. Kemudahan ini masih dalam kerangka berpikir yang benar," ucapnya.
Terakhir, Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu mengecam penolakan pemakaman jenazah yang postif Covid-19. "Padahal menurut para ahli dan ulama jangan ada penolakan itu," pungkasnya.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada relawan, tenaga medis, perawat, dan dokter, yang berjuang siang dan malam untuk merawat pasien. Mudah-mudahan semua diberkati Allah," tambahnya.
Pemerintah juga mengucapkan terima kasih kepada orang-orang dermawan yang telah ambil bagian dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini. Selama ini, banyak orang mempunyai ekonomi lebih membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
Tak lupa, Ma'ruf mengucapkan terima kasih kepada para ulama yang telah memberikan kemudahan dan solusi dalam beribadah dalam situasi sulit ini. "Saya yakin ini bukan untuk mencari kemudahan-kemudahan semata. Tapi kita saat ini kritis. Kemudahan ini masih dalam kerangka berpikir yang benar," ucapnya.
Terakhir, Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu mengecam penolakan pemakaman jenazah yang postif Covid-19. "Padahal menurut para ahli dan ulama jangan ada penolakan itu," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :